TUGAS 2
MATEMATIKA
dan ILMU ALAMIAH DASAR
Alam Semesta
Disusun
Oleh :
Nama :
Rini Hasanah
NPM : 17513741
Kelas
: 1PA15
Jurusan : S1 Psikologi
Universitas
Gunadarma
Maret 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yangg Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya terutama
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini tepat waktu. Makalah ini diajukan
guna memenuhi tugas mata kuliah Mat. Dan Ilmu Ilmiah Dasar yang penulis beri
judul “Alam Semesta”.
Makalah ini
dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dalam bentuk penyusunan
maupun materinya. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang
membangun dan dapat lebih baik kedepannya. Semoga makalah ini bermaanfaat untuk
pembaca.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Bekasi, 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR
ISI …………………………………………………………...ii
BAB
I PENDAHULUAN …………………………………………….1
1.1
Latar Belakang Masalah ……………………………………1
1.2
Rumusan Masalah ………………………………………….2
1.3
Tujuan Masalah …………………………………………….2
BAB
II PEMBAHASAN ………………………………………………3
2.1
Terbentuknya alam semesta ……..………………………….3
2.2
Tata Surya ………………………………………………..10
2.3 Lapisan-lapisan planet bumi dan cara terbentuknya
..............17
2.4 Kehidupan dibumi ………………………….……………..24
BAB III
PENUTUP ………………………………………………….26
3.1
Kesimpulan ……………………………………………….26
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………...27
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Alam semesta adalah suatu hamparan
atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau tak dapat di bayangkan
luasnya. Alam semesta atau jagad raya didefinisikan sebagai ruang dan waktu dimana
semua energi dan materi berpadu. Alam semesta, kadang disebut alam raya atau
mayapada. Terjadinya alam semesta telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu.
Terbentuknya alam semesta menjadi
teka-teki yang menyibukkan bagi umat manusia. Sejauh perkembangan teori
terbentuknya alam semesta, belum ada yang dapat membuktikan secara empirik
kebenarannya. Manusia adalah sesuatu yang sangat baru di alam raya.
Ilmu
pengetahuan mengarahkan kita bahwa alam semesta memiliki Pencipta dan bahwa Pencipta
ini sempurna dalam hal kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Agamalah yang
memperlihatkan jalan kita mengenal Allah. Seperti yang difirmankan Allah dalam
surat An-Nahl ayat 44, yang artinya:
“Dan
Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (Al-Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”
(QS. An-Nahl: 44)
Karena
itu, ilmu pengetahuan adalah metode yang kita gunakan untuk melihat dan
menyelidiki dengan baik kenyataan-kenyataan yang disebutkan oleh agama. Sebelum para ilmuan meniliti
ddan mencari tahu tentang alam semesta ini Al-qur’an sudah lebih dulu
menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Ilmu pengetahuan mengemukakan
beberapa teori asal usul Alam Semesta seperti Bigbang. Sedangkan Al-Qur’an dan
Hadits menguak hal tersebut dengan menyiratkannya dalam ayat-ayat suci.
Seperti
yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Qaaf ayat 6-7, yang artinya: “tidakkah
mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya dan menghiasinya,
dan tiada cacat padanya? Dan bumi Kami bentangkan, dan Kami pancangkan di
atasnya gunung-gunung yang tegak kuat dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai
tanaman yang indah berpasang-pasang” (QS. Qaaf : 6-7).
Oleh karena itu, kita sebagai khalifah dibumi haruslah
menjaga alam semesta ini dengan sebaik-baiknya, karena diakhirat nanti kita
masing-masing akan dipinta pertanggungjawabannya selama dialam semesta ini.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas,
maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
- Bagaimana terbentuknya alam semesta?
- Apa itu tata surya dan apa saja anggota tata surya?
- Apa saja lapisan-lapisan planet bumi dan bagaimana cara terbentuknya?
- Bagaimana kehidupan dibumi?
1.3 Tujuan Masalah
Dari rumusan
masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
- Mengetahui terbentuknya alam semesta
- Mengetahui tata surya dan anggota tata surya
- Mengetahui lapisan-lapisan planet bumi dan cara terbentuknya
- Mengetahui kehidupan dibumi
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Terbentuknya alam semesta
Kata Alam Semesta berasal
dari kata-kata Univers (Perancis),
yang pada gilirannya berasal dari kata Latin Universum. kata Univers digunakan pada pertengahan abad ke-20 untuk menjelaskan
seluruh ruang waktu kontinu dimana makhluk hidup berada, dengan energi dan
materi yang dimilikinya.Yang termasuk materi disini adalah matahari, bulan,
bintang-bintang, planet-planet, galaksi, komet, asteroid, awan nebula, dan
ruang diantaranya.
Semesta adalah
ruangan yang sangat besar dan mungkin tak terbatas dalam volume. Alam semesta
adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau
tak dapat di bayangkan luasnya. alam semesta diduga bentuknya melengkung dan dalam
keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau siste bintang yang
jumlahnya ribuan.
Teori-teori
Asal Mula Alam Semesta
Ada tiga teori besar tentang terciptanya alam semesta, yaitu
Teori Keadaan Tetap (Ready State Theory), Teori Dentuman Besar (Big
Bang) dan Teori Osilasi. Ahli astronomi Inggris Freud Hoyle mengajukan
Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory) sebagai wujud
adanya alam semesta. Menurut teori ini, hanya materi yang ada, dan
begitulah adanya sepanjang waktu yang tak terbatas. Dari pendirian itu, diklaim
bahwa alam semesta selalu ada dan tidak diciptakan. Teori ini dianut oleh kaum
materialisme.
Sebagai tambahan bagi klaim mereka, bahwa alam semesta ada
dalam waktu yang tidak terbatas, penganut materialisme juga mengemukakan bahwa tidak
ada tujuan atau sasaran di dalam alam semesta. Mereka menyatakan bahwa semua
keseimbangan, keselarasan, dan keteraturan yang tampak di sekitar kita hanyalah
peristiwa kebetulan.
Teori Osilasi hampir sama dengan Teori Keadaan Tetap (Steady
State Theory) yang menyatakan bahwa alam semesta tidak ada awal
dan tidak ada akhir. Namun, model osilasi ini mengakui adanya dentuman besar
yang mengakibatkan terjadinya pengembangan, lalu gravitasi akan menyedot
kembali sehingga kempis (collapse) yang kemudian akan padat
kembali. Setelah kembali, selanjutnya terjadi dentuman besar lagi dan mengempis
lagi. Dengan kata lain alam semesta ini berkelakuan
melar-menciut-melar-menciut. Begitu seterusnya.
Pendapat bahwa alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak
terbatas terkubur ketika abad 20 ditemukan penemuan baru. Sejak tahun 1920-an,
telah muncul bukti tegas bahwa pendapat ini tidak mungkin benar. Para ilmuwan
sekarang merasa pasti bahwa jagat raya tercipta dari ketiadaan, sebagai hasil
suatu ledakan besar yang tak terbayangkan, yang dikenal sebagai Teori Dentuman
Besar (Big Bang)”. Dengan kata lain, alam semesta terbentuk, atau
tepatnya, diciptakan oleh Allah.
Abad ke-20 juga menyaksikan kehancuran klaim materialis
bahwa segala sesuatu di jagat raya adalah hasil dari kebetulan dan bukan
rancangan. Riset yang diadakan sejak tahun 1960-an dengan konsisten menunjukkan
bahwa semua keseimbangan fisik alam semesta umumnya dan bumi kita khususnya
dirancang dengan rumit untuk memungkinkan kehidupan.
Teori yang akhirnya diposisikan dan diterima sebagai
pandangan yang ilmiah adalah Teori Dentuman Besar (Big Bang). Teori
ini berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi dengan peledakan. Menurut
George Ganow dalam Musthafa (1980), pada saat-saat permulaan dari timbulnya
alam semesta ini, ialah bahwa semua massa (benda-benda) yang akan membentuk
alam semesta seperti galaxi-galaxi, semua nebula, gas-gas, matahari,
bintang-bintang, seluruh planet dan satelit serta zat-zat kosmos lainnya,
berkumpul menjadi satu di bawah tekanan yang maha tinggi dan sangat kuat,
sehingga menyebabkan pecah dan runtuh berantakan (collapse). Alam semesta
tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu
mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta.Sebelum terjadinya
ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah
titik.
Selain adanya teori terciptanya alam semesta, ada banyak
teori mengenai terciptanya tata surya, bagian kecil dari alam semesta. Adapun
beberapa teori tersebut:
1. Teori
Bintang Kembar
Menurut teori ini, dahulu matahari merupakan bintang kembar.
Kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena pengaruh
gaya gravitasi bintang yang tidak meledak (matahari), maka kepingan-kepingan
itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.
Adapun alasan dari pendapat ini adalah karena setelah
penelitian terhadap tata surya lain ternyata ada tata surya yang memiliki
bintang kembar, oleh karena itu Lyttleton, seorang astronom Inggris beranggapan
bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meledaknya bintang kembar. Teori ini
mempunyai kelemahan karena berdasarkan analisis matematis yang dilakukan oleh
para ahli menunjukan bahwa momentum anguler dalam sistem tatasurya yang ada
sekarang ini tidak mugkin dihasilkan oleh peristiwa tabrakan dua buah bintang.
Beberapa sumber mengatakan penggagas teori bintang kembar
adalah Fred Hoyle (1915-2001) yang mengemukakan pendapatnya pada tahun 1956.
Namun, tidak sedikit pula sumber-sumber terpercaya yang mengatakan bahwa
pencetus teori bintang kembar adalah Lyttleton, seorang astronom
Inggris. Dan Fred Hoyle juga menggagas teori lain tentang tata surya, yaitu
teori kedaan tetap (steady-state) yang menganggap alam semesta ini tidak berawal
dan tidak berakhir. Teori
ini diagung-agungkan para materialis di abad ke-19, termasuk
Ludwig Freuerbach (1804-1872). Menurut pendapatnya, hanya alamlah yang
ada, manusia juga termasuk alam. Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi,
jadi psikis manusia merupakan salah satu gejala dari materi yang ada.
2. Teori
Nebular
Immanuel Kant (1749-1827), seorang ahli filsafat
berkebangsaan Jerman membuat suatu hipotesis tentang terbentuknya tata surya
pada tahun 1755. Menurut teori ini, jagad raya berasal dari gumpalan
kabut yang berputar perlahan-lahan dan memadat karena adanya gaya tarik-menarik
dan tolak-menolak, dari bagian-bagiannya terbentuklah pada pusatnya sebuah
inti. Bagian inti atau tengah kabut itu menjadi gumpalan gas yang
kemudian membentuk matahari, dan bagian kabut di sekelilingnya menjadi planet,
satelit dan benda-benda langit lainnya.
Seorang ahli astronomi dan ilmuan fisika dari Perancis,
Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir serupa dengan teori
Immanuel Kant pada tahun 1796. Menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut
panas yang terus berputar sehingga membentuk gumpalam kabut, yang pada akhirnya
bentuknya menjadi bulat seperti bola. Akibatnya, bola tersebut memepat pada
kutubnya, dan melebar pada bagian equatornya. Kemudian massa gas pada
equatornya mejauhi gumpalan inti dan membentuk cincin-cincin yang melingkari
inti tersebut. Dalam waktu yang lama, cincin-cincin tersebut berubah menjadi
gumpalan padat yang kemudian membentuk planet-planet dengan satelitnya dan
benda langit lainnya. Sedangkan inti kabut tetap berbentuk gas berpijar yang
kemudian disebut sebagai matahari.
Persamaan kedua teori diatas terletak ada materi pembentuk
tata surya, yaitu kabut (nebula), sehingga teori tersebut bisa disebut dengan
teori kabut atau teori nebula. Teori kabut ini telah dipercaya orang
selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang telah banyak ditinggalkan karena
tidak mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam
tata surya dan juga karena munculnya banyak teori baru yang lebih memuaskan.
3. Teori
Tidal Atau Teori Pasang Surut
Teori ini dipopulerkan oleh Sir James Jeans (1877-1946) dan
Harold Jeffreys (1891) yang keduanya dari Inggris. Menurut teori ini, gaya
tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut
seperti peristiwa pasang surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik
bulan. Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu yang
menjorok ke arah bintang itu mengakibatkan cerutu itu terputus-putus
membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda,
gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.
Teori ini menjelaskan mengapa
planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus
merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya merupakan planet-planet
kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang
berbentuk cerutu itu maka besarnya planet-planet iti berbeda-beda yang terdekat
dan terjauh besar tetapi yang di tengah lebih besar lagi.
Terbentuknya
Alam Semesta Menurut Pandangan Islam
Allah SWT. Menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang
lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21,
yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam
Al-Quran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai
beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran
tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah
hal terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firma
Allah SWT.
Dalam Al-Quran surat Fush-shilat (41:11)
Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit
dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada
bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau
terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Kata asap dalam tersebut menurut para ahli tafsir adalh merupakan
kumpulan dari gas-gas dan pertikel-partikel halus baik dalam bentuk padat
maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang
lebih atau kurang stabil.
Salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori
Big bang) disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan kosmis
sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu mengakibatkan adanya ekspansi
(pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut,
seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam bentuk titik.
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang terbentuknya alam ini
(QS Al-Anbiya : 30)
Artinya: “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak
mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang
padu (sebingkah penuh), kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga
beriman”.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692)
ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang
telah berputar mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam peroses
perputarannya denagn kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah
bingkahan-bingkahan yang akhirnya menjadi bumi dan beberapa benda angkasa
lainnya dari bingkahan matahari itu. Masing-masing bingkah beredar menurut
garis tengah lingkaran matahari, semakin lama semakin bertambah jauh, hingga
masing-masing menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan
teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Kemudian dalam surat Adz-Dzaariyaat (51:47)
Artinya: “Dan langit, denag kekuasaan Kami, Kami bangun
dan Kami akan memuaikannya selebar-lebarnya”.
Teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian
alam semesta secara terus-menerus denagn kecepatan maha dahsyat yang
diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang
mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali. Isyarat ini sudah dijelaskan
dalam surat Al-Anbiya’ (21:104)
Artinya: “(yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai
menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai
panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang
pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya”.
Dalam surat Ath-Tholaq (65:12)
ªArtinya: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan
seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui
bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah
ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa ruang angkasa terdiri dari 7
lapis.
Didalam surat As-Sajada (32:4)
Artinya: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan
apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di
atas 'Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun
dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak
memperhatikan”.
[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang
wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu
manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain.
syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang
kafir.
Uraian penciptaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada
diantara keduanya, terdapat dalam surat Fush-Shilat ayat 9, 10 dan 12
Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya Patutkah kamu
kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu
bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".
ŸArtinya: “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung
yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar
makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa”. (Penjelasan itu
sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Artinya: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua
masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit
yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan
sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”.
Dengan
perincian penafsirannya sebagai berikut :
1. Tahap
pertama penciptaan bumi 2 rangakain waktu
2. Tahap
kedua penyempurnaan bumi 2 rangkaian waktu
3. Tahap
ketiga penciptaan angkasa raya dan planet-planetnya 2 rangkaian waktu
Jadi terbentuknya alam raya ini terjadi
dalam 6 rangkaian waktu atau 6 masa. Selain surat-surat tersebut diatas
masih banyak lagi yang menjelaskan tentang terbentuknya alam raya ini, namun
dari yang telah kami sampaikan dalam ringkasan ini terlihat bahwa secara
umum proses terciptanya alam raya ini berlangsung dalam 6 masa, dimana
tahapan-tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Disebutkan juga bahwa
terciptanya alam raya ini terjadi melalui proses pemisahan massa yang tadinya
satu.
2.2 Tata Surya
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang
terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips,
lima planet
kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan
benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari,
empat planet bagian
dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian
luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan
tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah
terjauh yang berjarak
sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Benda-benda langit di tata surya
Tata surya
terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet ,
satelit, meteor, komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya.
1. Matahari
Matahari ialah
suatu bola gas pijar yang terdiri dari 49% atom hidrogen (H) dan 5,6% atom
helium (He), serta sisanya campuran unsur-unsur karbon (C ) dan atom lainnya.
Bentuk matahari ternyata tidak bulat benar. Ia mempunyai semacam ekuatoe dan
kutub, karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil,
sedangkan garis tengah antarkutubnya 43 mil lebih pendek.
Matahari juga
merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata surya terkumpul
pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan
sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan
tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer dan korona.
2. Planet
·
Planet Merkurius
Planet
merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius
tidak mempunyai satelit atau bulan dan juga hawa atau udara. Planet ini
mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan
yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang
berasal dari matahari diserapknya.
Garis
tengahnya 4.500 km lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3.160 km.
karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari maka bagian yang menghadap
matahari sangat panas, sebaliknya yang tidak menghadap matahari dingin sekali.
Hal ini disebabkan karena Merkurius tidak memiliki atmosfer dan bulan
(satelit). Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius.
·
Planet Venus
Planet ini
dinamakan Venus karena bila dilihat dari bumi merupakan planet yang paling
banyak memantulkan cahaya matahari akibat sifat dari permukaanya. Orang Yunani
menganggap keadaan planet itu sangat cantik seperti dewi kecantikan mereka
(Venus). Planet ini
lebih kecil dari bumi, mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang
datang akan diserapnya. Planet ini juga tidak mempunyai satelit.
Venus
menempati urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal sebagai
bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Besarnya
hampir sama dengan bumi, bergaris tengah 12.320 km, sedangkan bumi bergaris
tengah 12.640 km. rorasi Venus kurang lebih 247 hari dan berevolusi
(mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun venus adalah 225 hari.
·
Planet Bumi dan Bulannya
Bumi menempati
urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan venus dan
bergaris tengah 7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan matahari
ialah 149 juta km. jarak ini dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU).
Jadi, 1 AU = 149 juta km.
Bumi
mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi lamanya ialah 24 jam,
sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni 247 x 24 jam. Bumi
mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Satu kali putaran mengelilingi matahari
disebut juga satu tahun . sekarang mari kita bandingkan dengan 1 tahun
merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis
rata-rata bumi ialah 5,52.
Bulan
merupakan satu-satuan satelit bumi dan tidak memiliki atmosfer. Jarak bulan
dengan bumi adalah 240 ribu mil= 384 ribu km dan bargaris tengah 2.160 mil atau
3,456 km. jarak terjauh bulan dari pusat bumi 406.700 km dan jarak terdekatnya
356.400 km.
·
Planet Mars
Planet ini
diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini
berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak
besi oksigen. Pada permukana planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan
sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun.
Hal yang
menarik di planet ini adalah adanya dua buah bulan dan biasa disebut dengan
nama satelit. Satelit yang kecil diberi nama phobos. Satelit ini dekat
dengan planet Mars dan hanya berjarak 3.700 mil (dibandingkan dengan jarak
bumi-bulan, 240 ribu mil). Garis tengah 10 mil (16 km). ia mengadakan revolusi
mengelilingi Mars dalam waktu 7 jam 39 menit, dan anehnya ia terbit dari barat,
terbenam di Timur. Phobos dalam satu hari Mars, terbit dan terbenam sebanyak 3
kali. Satelit yang besar dinamakan deimos. Satelit ini terbit ari timur dan
terbenam di sebelah barat setelah beberapa hari. Hal ini disebabkan karena
revolusi satelit Deimos hanya berbeda sedikit lebih cepat daripada rotasi Mars. Jarak mars ke
matahari adalah 1,52 AU, Bergaris tengah 3.920 mil (setengah dari bumi),
Berevolusi 1,9 tahun, Berotasi 24 hari 37 menit.
·
Planet Jupiter
Jupiter
merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil
atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam
untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang yang
terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian ekuator
lainnya menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang jelas.
Massa planet
ini sangat besar, hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya, yaitu 2,6 kali
gravitasi bumi. Artinya, bila suatu benda di bumi beratnya 100 kg maka berat
benda tersebut di JUPiter menjadi 260 kg. akibat selanjutnya, ia memiliki daya
tarik yang sangat kuat sehingga mampu menarik 12 satelit atau bulan yang
berukuran sangat besar. Dua diantaranya lebih besar daripada planet Merkurius.
Tiga darinya beredar berlawanan arah dengan sembilan lainnya. Bulan-bulan
tersebut memiliki lapisan atmosfer yang cukup tebal.
·
Planet Saturnus
Planet
terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris
tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan
Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan,
amoniak dan hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada
permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya
sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.
Saturnus
mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah titan (besarnya 2 kali
bulan-bumi). Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan sembilan satelit
lainnya, menunjukkan bahwa phoebe bukan anak kandung saturnus. Keanehan phoebe
dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya ialah sabuk
Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15 tahun sekali.
·
Planet Uranus
Uranus
memiliki lima satelit. Berbeda dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari
Timur ke Barat. Jarak ke matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan
mengelilinginya dalam waktu 84 tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit.
Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki
14 satelit. Sama seperti Venus, rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
·
Planet Neptunus
Neptunus
ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus yang Neptunus
mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.satelit Triton beredar
berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari adalah 30,1 AU
atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan mengelilingi matahari dalam
waktu 165 tahun sekali putar.
3. Asteroida atau Planetoid
Pada tahun
1801, piazzi seorang astronom Italia melalui pengamatan teleskopnya, menemukan
benda langit yang berdiameter 500 mil atau ± 900 km (bulan berdiameter 2.160
mil atau 3.000 km) beredar mengelilingi matahari.
Pada masa ini,
benda semacam itu telah diketahui sebanyak ± 2.000 buah, berbentuk bulat-bulat
kecil, yang terbesar disebut ceres dengan diameter 750 km. benda-benda langit
yang terkecil yang bisa diamati adalah yang berdiamter 1 mil. Kelompok benda
langit ini disebut planetoida atau bkan planet untuk membedakannya dengan
sembilan planet utama yang telah dijelaskan tadi. Bila seluruh massa planetoida
ini dikumpulkan, jumlahnya tidak lebih dari 2% dari massa bulan.
4. Komet atau Bintang Berekor
Meskipun komet
disebut sebagai bintang berekor, komet bukan tergolong bintang alam dalam arti
yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya yang beredar mengelilingi
matahari dan menerima energinya dari matahari.
Komet
sebenarnya merupakan kumpulan bungkahan batu yang diselubungi oleh kabut gas.
Diameter komet termasuk selubung gasnya ± 100.000 km, sedangkan diameter inti
yang berupa bungkah-bungkah batu sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa
sinar ultra violet akan bereksitasi pad agas yang menyelubungi komet. Akibat
eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluoresce nsi, dan gas akan berpendar
memancarkan cahaya. Akibat tekanan cahaya matahari, gas pendar ini akan
terdorong menjauhi matahari maka terbentuklah ekor komet. Karena komet selalu
menjauhi matahari maka jika komet mendekati matahari, ekornya dibelakang dan di
depan sewaktu menjauhinya.
5. Meteor
Meteor adalah
benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri, tetapi dia bukan
binatang. Jadi, semacam benda-benda planetoida yang mungkin saja datang dari
luar tata surya kita.
Meteor berupa
batu-batu kecil yang bergaris tengah antara 0,2-05 mm dan massanya tidak lebih
dari 1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan
rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.
Satelit
merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan
bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi
planet disebut gerak revolusi satelit. Disamping itu, satelit juga melakukan
gerak rotasi, yaiotu beredar mengelilingi sumbunya sendiri
Pada umumnya,
arah rotasi revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya,
yaitu dari Barat ke Timur kecuali satelit dari planet Neptunus. Planet yang
telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah
Merkurius maupun Venus.
Bulan
merupakan satu satunya satelit dari planet bumi. Kala rotasi bulan adalah satu
hari, sedang kala revolusinya satu bulan. Karena kala rotasi bulan sama dengan
kala rotasi bumi, mengakibatkan permukana bulan yang menghadap ke bumi selalu
tetap. Jarak antara
bumi dengan bulan, kurang lebih 384.403 km dan merupakan benda langit yang paling
dekat terhadap bumi jika dibandingkan bumi, bulan mempunyai ukuran :
a. Massa bulan
: 1/10 massa bumi
b. Garis
tengah bulan : ¼ diameter bumi-3000 km
c. Gravitasi
bulan : 1/6 gravitasi bumi.
2.3 Lapisan-lapisan planet bumi dan cara
terbentuknya
· Bumi
telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakanplanet dengan
urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat denganmatahari. Jarak bumi dengan
matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulatdengan radius ± 6.370 km. Bumi
merupakan satu-satunya planet yang dapatdihuni oleh berbagai jenis mahluk
hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratandan lautan.Sebenarnya hingga sekarang
pengetahuan tentang struktur dan komposisi Bumibelum dapat dipecahkan dengan
penyelidikan langsung. Salah satu cara langsunguntuk mengetahui informasi
tentang struktur dan komposisi Bumi adalahpengeboran. Namun, pemboran yang
paling dalam yang dapat dilakukan selama inihanya sampai pada kedalaman 7 km.
Karena keterbatasan tesebut, makadigunakan sifat – sifat atau hukum fisika
seperti gravitasi, perambatan gelombang,kelistrikan dan fenomena lainnya yang
berkaitan dengan sifat – sifat Bumi.Berdasarkan hasil analisis data – data yang
diperoleh, secara fisika dan kimiawiinterior Bumi dapat dibagi ke dalam dua
bagian yaitu:1. lapisan Bumi berdasarkan chemical properties ( Sifat – Sifat
Kimia )2. lapisan Bumi berdasarkan physical properties ( Sifat – Sifat Fisika
)lapisan Bumi dapat dibagi menjadi :1. Crust (Kerak Bumi), merupakan bagian
terluar Bumi, memiliki komposisidan ketebalan berbeda dan beragam dari satu
tempat ke tempat lain.
2. kerak Bumi sekitar 70 km.
Bagian atas kerak
Bumi disebut lapisan SiAL yangpenyusun utamanya berupa oksigen, silika, dan
alumunium, sedangkanlapisan bawahnya terdiri atas lapisan SIMA, mineral utama yangdikandungnya
adalah Silika dan Amagnesium. Terdapat dua jenis kerakBumi:a. Continental Crust
(Kerak Benua), tebalnya 10 – 70 km, terdiri dari batuanyang ringan mengandung
banyak silika (SiO2). Terdiri dari batuan kristalindengan unsur – unsur Si (silika)
dan Al (aluminium). b. Oceanic Crust (Kerak Samudra), ketebalannya 8 – 13 km,
terdiri daribatuan yang sangat padat, berwarna gelap, tersusun dari unsur Si
(silika) danMg (magnesium).2. Mantle ( Mantel ), merupakan lapisan di bawah
kerak Bumi, dicirikan olehadanya peningkatan gelombang – gelombang panas,
memiliki ketebalan3.488 km. Pada lapisan ini bersifat semi cair, banyak
mengandung mineraldan ferromagnesian (campuran besi dan magnesium). Mantel
dapat dibagimenjadi 2 bagian:a. Upper Mantle (mantel bagian atas), memiliki
ketebalan 400 km, bersifatplastis (padat tapi kenyal) atau semiplastis,
mempunyai zona transisi dengan ketebalan 670 km.b.
Lower Mantle (mantel bagian bawah), terdiri dari bahan yang kaya unsurnikel dan
besi, berada pada kedalaman antara 1000 – 2900 km.
·
3.
3. Core ( Inti ),
terletak di bawah mantel Bumi pada kedalaman 2.900 – 6730km,
tersusun atas besi (Fe) dan Nikel (Ni), yang datanya diketahui darigelombang
seismik, eksperimen, dan komposisi iron meteorites ( besimeteorit ). Inti Bumi
dapat dibagi menjadi 2, yaitu :a. Inti luar , kedalaman 2900 – 5100 km tersusun
oleh komposisi silika,belerang dan O2 bersifat cair.b. Inti dalam, kedalaman
5100 – 6730 km. Komposisi besi padat (Fe) dannikel (Ni) bersifat padat.B.
Berdasarkan sifat – sifat fisikanya, lapisan Bumi dapat dibagi menjadi:1.
Lithosphere, merupakan lapisan yang terdiri dari crust & upper mantle,
danberada di kedalaman 0-60 km.2. Asthenosphere, merupakan lapisan plastis yang
memiliki kepadatanrendah dan berada di antara upper mantle dan lower mantle.3.
Upper mantle, merupakan lapisan luar dari mantel dan suhunya lebihrendah
dibandingkan lower mantle. Berada di kedalaman 35-660 km.4. Lower mantle,
merupakan lapisan dalam mantel yang memiliki suhu lebihpanas yang disebabkan
oleh panas ekstrim yang berasal dari inner core.Berada di kedalaman 660-2890
km.5. Inti Luar (Outer Core), berupa fase cair berada di kedalaman 2890-5150km,
kaya akan unsur besi (Fe) dan nikel (Ni).
· 4.
6. Inti Dalam (Inner Core), walaupun bersuhu ekstrim tetapi berupa fasepadat
yang disebabkan oleh tekanan yang sangat tinggi. Berada dikedalaman 5150-6360
km dan juga kaya akan unsur besi dan nikel.
Proses Terbentuknya Bumi
Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam bentuk
yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan terus berkembang
hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa proses
pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar tahun yang lalu. Planet
Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa
tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas.
Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta
bulan-bulan lain.
Saat gravitasi
Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama
semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola
berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi
Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses
pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang
mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu
ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun
mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun
banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi,
tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana
dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan
yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses
perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan
sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu
anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan
meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori
kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant
(1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796),
diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas)
yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Proses Terbentuknya Bumi-
Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam bentuk
yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan terus berkembang
hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa proses
pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar tahun yang lalu. Planet
Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa
tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas.
Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta
bulan-bulan lain.
Saat gravitasi
Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama
semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola
berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi
Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses
pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang
mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu
ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun
mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun
banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi,
tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana
dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan
yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses
perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan
sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu
anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan
meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori
kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant
(1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796),
diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas)
yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Massa gas tersebut secara berangsur-angsur
mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu
berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian
khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa
tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut,
ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk
bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain. Massa gas induk tersebut
akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa
induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat
terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan
bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian
tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet
tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Menurut hasil
penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari
tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini
didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa
makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari
struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).
Ilustrasi
siklus pembentukan Bumi terbagi menjadi:
(a) Bumi masih
berbentuk bola pijar;
(b) Bumi
mendingin berangsur-angsur membentuk litosfer;
(c)
pembentukan atmosfer Bumi;
(d) Bumi
terbentuk sempurna.
Pada saat
terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola
pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita
mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk
lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi,
pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara
besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun
sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.
Pada saat
inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam
waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk
kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat
lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan
muka Bumi membentuk bentang perairan laut dan samudra.
Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama
Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan
Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa
sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan
samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan
samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.
Sedikit demi
sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang
lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah
utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua
itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut
Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut
di kawasan Timur Tengah.
Baik di antara
Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang
lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar
antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia
merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara
ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau
kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di
belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India,
Australia, dan Antartika.
2.4 Kehidupan dibumi
A. Asal Mula Keidupan Di Bumi
Ada
beberapa pendapat berupa hipotesis ataupun teori tentang asal mula kehidupan di
bumi, diantaranya :
1. Genotip Spontanea
Sebelum
abad 17, orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara spontan atau
terbentuk dengan sendirinya. Paham ini disebut juga abiogenesis artinya makhluk
hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup, misalnya dari akan timbul
cacing. Paham ini dipelopori oleh Aristoteles.
2. Cosmozoa
Adalah
pendapat yang menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini berasal dari luar
bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup itu dating bentuk spora yang aktif,
jatuh ke bumi lalu berkembang biak.
3. Omne Vivum ex Ovo
Francisco
Redi (1626-1697), ahli biologi Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada
bangkai tikus berasal dari telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa
dari telur atau omne vivum ex ovo.
4. omne ovo ex viv
Lazarro
Spallanzani (1729-1799), ahli biologi Italia, dapat membuktikan bahwa
mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu.
Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup.
5. Omne vivum ex ovo
Louis
Pasteur (1822-1895) sarjana dari Prancis, berpendapat bahwa agar timbul
kehidupan baru, harus aada kehidupan sebelumnya. Teori ini disebut Biogenesis.
6. Teori Uray
Harold
Uray (1893) ahli kimia Amerika, mengeukakan bahwa atmosfir pada mulanya karya
akan gas-gas metan (CH4), amoniak (NH3), hydrogen (H2)
dan (H2O). zat-zat ini merupakan unsur penting dalam tubuh makhluk
hidup. Diduga karena adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi
sinar kosmos, unsure-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.
7. Teori Oparin-Haldene
Oparin,
ahli biologi Rusia dan J.B.S Haldene, ahli biologi Inggris mengatkan bahwa
jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada atmosfer bumi belum
mengandung oksigen bebas. Senyawa organic ini anatar lain asam amino sederhana,
purine dan basa pirimidin, senyawa-senyawa golongan gula, kemudian terbentuk
pula senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat dan polisakarida. Semuanya
dapat terbentuk berkat bantuan ultra violet, petir, panas dan sinar radiasi.
B. Sel
C. Perkemabangabiakan
D. Geografi Kehidupan
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Alam
semesta adalah ruangan yang sangat besar dan mungkin tak terbatas dalam volume.
Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di
ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. Di Alam semesta ini terdapat tata
surya. Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips,
lima planet
kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan
benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Sebagai
manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam berfikir tentulah bila diteliti
dengan sedalam-dalamnya pasti akan mencapai titik buntu. Namun yang jelas alam
semesta ini adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kita diharuskan untuk
selalu bersyukur dan menjaga alam semesta ini.
DAFTAR
PUSTAKA
MATEMATIKA DAN ILMU ILMIAH DASAR
EFEK
RUMAH KACA
Disusun
oleh :
Nama :
Rini Hasanah
NPM :
17513741
Kelas :
IPA15
Jurusan :
S1 Psikologi
Universitas
Gunadarma
Maret 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yangg Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya terutama
nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini tepat waktu. Makalah ini diajukan
guna memenuhi tugas mata kuliah Mat. Dan Ilmu Ilmiah Dasar yang penulis beri
judul “Efek Rumah Kaca”.
Makalah ini
dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dalam bentuk penyusunan
maupun materinya. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang
membangun dan dapat lebih baik kedepannya. Semoga makalah ini bermaanfaat untuk
pembaca.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Bekasi, 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR
ISI …………………………………………………………...ii
BAB
I PENDAHULUAN …………………………………………….1
1.1
Latar Belakang Masalah ……………………………………1
1.2
Rumusan Masalah ………………………………………….1
1.3
Tujuan Masalah …………………………………………….2
BAB
II PEMBAHASAN ………………………………………………3
2.1
Pengertian efek rumah kaca ……..………………………….3
2.2
Sebab efek rumah kaca ……………………………………3
2.3 Dampak dari efek rumah kaca ……………………...............4
2.4 Cara penanggulangan efek rumah kaca ……………………..5
BAB III
PENUTUP …………………………………………………...6
3.1
Kesimpulan ………………………………………………....6
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dunia
semakin lama semakin tua, inilah suatu masalah yang sudah menjadi rahasia umum.
Saat ini perkembangan dan kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang sering disebut Iptek memang memberikan
dampak yang positif bagi kehidupan, yaitu dapat menyederhanakan dan mempermudah
aktivitas-aktivitas dalam kehidupan. Namun, tidak hanya dampak positif saja
yang diberikan oleh kemajuan di bidang iptek ini, tetapi juga dampak-dampak
negatif. Misalnya saja, berkat adanya kemajuan iptek manusia tak perlu lagi
berjalan kaki untuk menempuh perjalanan yang jauh ataupun dekat. Seperti kendaraan
bermotor yang mempunyai nilai positif yaitu dengan kendaraan, kita bisa lebih
cepat menempuh waktu ke tempau tujuan kita, namun disamping nilai positif
tersebut terdapat juga nilai negatif, yaitu asap kendaraan tersebut menyebabkan
polusi. Tidak hanya itu, pembakaran fosil seperti pada pembangkitan tenaga
listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, pembakaran hutan juga
menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca meningkat.
Hal diatas menyebabkan temperatur
suhu dipermukaan bumi semakin panas, dan banyak dampak negatif yang akhirnya
dirasakan oleh penghuni dibumi.
1.2
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, penulis
meruskan masalah yaitu :
- Apa pengertian efek rumah kaca?
- Apa sebab efek rumah kaca?
- Bagaimana dampak dari efek rumah kaca?
- Bagaimana cara menanggulangi efek rumah kaca?
1.3
Tujuan Masalah
Dari rumusan masalah diatas, penulis
memiliki tujuan masalah yaitu :
- Mengetahui pengertian efek rumah kaca?
- Mengetahui sebab efek rumah kaca?
- Mengetahui dampak dari efek rumah kaca?
- Mengetahui cara menanggulangi efek rumah kaca?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph
Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit
(terutama planet atau
satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Secara
alamiah cahaya matahari (radiasi gelombang pendek) yang menyentuh permukaan
bumi akan berubah menjadi panas dan menghangatkan bumi. Sebagian dari panas ini akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke
angkasa luar sebagai radiasi infra merah gelombang panjang.
Efek rumah kaca
dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang
terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi
akibat aktivitas manusia.
Yang belakang
diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun
ada beberapa perbedaan pendapat.
2.2
Sebab Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca
disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon
dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan
pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan
bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut
untuk menyerapnya.
Metana ,Gas Hidrokarbon Metana
biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam,
maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk
dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.
Nitrogen
Oksida, Sebuah
gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan
pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan
oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering
kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini
juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.
Gas-Gas
Lain, Selain Karbondioksida, Metana dan
Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain
diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.
2.3 Dampak Efek Rumah Kaca
Meningkatnya
suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat
ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya,
sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang
dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan
mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga
air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan
negara kepulauan akan
mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut
perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi
1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti
sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan
global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan
meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin
banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer.
Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
2.4 Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca
Macam-macam tindakan sederhana yang
bisa kita lakukan untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya.
·
Stop
penebangan hutan dan melakukan gerakan penghijauan
·
Kurangi
konsumsi BBM
·
Gunakan
produk yang ramah lingkungan
·
Kurangi
penggunaan/pembelian barang-barang yang terbuat dari plastik karena hampir
semua sampah plastik akan menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar dan
dapat mencemarkan lingkungan.
·
hemat
dalam pemakaian air dan pemakaian energi listrik.
·
Kurangi
penggunaan bahan-bahan yang mengandung aerosol.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Efek
rumah kaca adalh salah satu dampak dari pemanasan global yang sangat serius
dampaknya. Hal ini diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya
diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan
usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Terlebih
karena Iptek semakin lama semakin sulit dijauhkan dari manusia.
Sebenarnya
banyak yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi hal tersebut, diantaranya
dengan Stop penebangan hutan dan melakukan gerakan penghijauan, Kurangi
konsumsi BBM, Gunakan produk yang ramah lingkungan dan masih banyak lagi yang
lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Nama : Rini Hasanah
NPM : 17513741
Kelas : 1PA15
Fakultas : Psikologi

