Sabtu, 29 Maret 2014

TUGAS 2, MATEMATIKA dan ILMU ALAMIAH DASAR

TUGAS 2

MATEMATIKA dan ILMU ALAMIAH DASAR

Alam Semesta




Disusun Oleh :

                                  Nama               :  Rini Hasanah
                                  NPM               :  17513741
                                  Kelas               :  1PA15
                                  Jurusan            :  S1 Psikologi





Universitas Gunadarma
 Maret 2014



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yangg Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Mat. Dan Ilmu Ilmiah Dasar yang penulis beri judul “Alam Semesta”.
            Makalah ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dalam bentuk penyusunan maupun materinya. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang membangun dan dapat lebih baik kedepannya. Semoga makalah ini bermaanfaat untuk pembaca.
             Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Bekasi,  2014

            
                                                                                                                                      Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………...ii
BAB I   PENDAHULUAN …………………………………………….1
            1.1  Latar Belakang Masalah ……………………………………1
            1.2  Rumusan Masalah ………………………………………….2
            1.3  Tujuan Masalah …………………………………………….2
BAB II  PEMBAHASAN ………………………………………………3
            2.1  Terbentuknya alam semesta ……..………………………….3
            2.2  Tata Surya ………………………………………………..10
2.3  Lapisan-lapisan planet bumi dan cara terbentuknya ..............17
            2.4  Kehidupan dibumi ………………………….……………..24
BAB III  PENUTUP ………………………………………………….26
            3.1 Kesimpulan ……………………………………………….26
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………...27





BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

            Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. Alam semesta atau jagad raya didefinisikan sebagai ruang dan waktu dimana semua energi dan materi berpaduAlam semesta, kadang disebut alam raya atau mayapada. Terjadinya alam semesta telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu.
         Terbentuknya alam semesta menjadi teka-teki yang menyibukkan bagi umat manusia. Sejauh perkembangan teori terbentuknya alam semesta, belum ada yang dapat membuktikan secara empirik kebenarannya. Manusia adalah sesuatu yang sangat baru di alam raya.
  Ilmu pengetahuan mengarahkan kita bahwa alam semesta memiliki Pencipta dan bahwa Pencipta ini sempurna dalam hal kekuasaan, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Agamalah yang memperlihatkan jalan kita mengenal Allah. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat An-Nahl ayat 44, yang artinya:
Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (Al-Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44)
Karena itu, ilmu pengetahuan adalah metode yang kita gunakan untuk melihat dan menyelidiki dengan baik kenyataan-kenyataan yang disebutkan oleh agama. Sebelum para ilmuan meniliti ddan mencari tahu tentang alam semesta ini Al-qur’an sudah lebih dulu menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Ilmu pengetahuan mengemukakan beberapa teori asal usul Alam Semesta seperti Bigbang. Sedangkan Al-Qur’an dan Hadits menguak hal tersebut dengan menyiratkannya dalam ayat-ayat suci.
            Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Qaaf ayat 6-7yang artinya: “tidakkah mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya dan menghiasinya, dan tiada cacat padanya? Dan bumi Kami bentangkan, dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang tegak kuat dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai tanaman yang indah berpasang-pasang” (QS. Qaaf : 6-7).
            Oleh karena itu, kita sebagai khalifah dibumi haruslah menjaga alam semesta ini dengan sebaik-baiknya, karena diakhirat nanti kita masing-masing akan dipinta pertanggungjawabannya selama dialam semesta ini.

1.2  Rumusan Masalah

            Dari latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
  1.       Bagaimana terbentuknya alam semesta?
  2.       Apa itu tata surya dan apa saja anggota tata surya?
  3.       Apa saja lapisan-lapisan planet bumi dan bagaimana cara terbentuknya?
  4.       Bagaimana kehidupan dibumi?

           
1.3  Tujuan Masalah

            Dari rumusan masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
  1.       Mengetahui terbentuknya alam semesta
  2.       Mengetahui tata surya dan anggota tata surya
  3.       Mengetahui lapisan-lapisan planet bumi dan cara terbentuknya
  4.       Mengetahui kehidupan dibumi



 BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Terbentuknya alam semesta

            Kata Alam Semesta berasal dari kata-kata Univers (Perancis), yang pada gilirannya berasal dari kata Latin Universum. kata Univers  digunakan pada pertengahan abad ke-20 untuk menjelaskan seluruh ruang waktu kontinu dimana makhluk hidup berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya.Yang termasuk materi disini adalah matahari, bulan, bintang-bintang, planet-planet, galaksi, komet, asteroid, awan nebula, dan ruang diantaranya.
            Semesta adalah ruangan yang sangat besar dan mungkin tak terbatas dalam volume. Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. alam semesta diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau siste bintang yang jumlahnya ribuan.

Teori-teori Asal Mula Alam Semesta

Ada tiga teori besar tentang terciptanya alam semesta, yaitu Teori Keadaan Tetap (Ready State Theory), Teori Dentuman Besar (Big Bang) dan Teori Osilasi. Ahli astronomi Inggris Freud Hoyle mengajukan Teori Keadaan Tetap  (Steady State Theory) sebagai wujud adanya alam semesta. Menurut teori ini,  hanya materi yang ada, dan begitulah adanya sepanjang waktu yang tak terbatas. Dari pendirian itu, diklaim bahwa alam semesta selalu ada dan tidak diciptakan. Teori ini dianut oleh kaum materialisme.
Sebagai tambahan bagi klaim mereka, bahwa alam semesta ada dalam waktu yang tidak terbatas, penganut materialisme juga mengemukakan bahwa tidak ada tujuan atau sasaran di dalam alam semesta. Mereka menyatakan bahwa semua keseimbangan, keselarasan, dan keteraturan yang tampak di sekitar kita hanyalah peristiwa kebetulan.
Teori Osilasi hampir sama dengan Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory) yang menyatakan bahwa alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhir. Namun, model osilasi ini mengakui adanya dentuman besar yang mengakibatkan terjadinya pengembangan, lalu gravitasi akan menyedot kembali sehingga kempis (collapse) yang kemudian akan padat kembali. Setelah kembali, selanjutnya terjadi dentuman besar lagi dan mengempis lagi. Dengan kata lain alam semesta ini berkelakuan melar-menciut-melar-menciut.  Begitu seterusnya.
Pendapat bahwa alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas terkubur ketika abad 20 ditemukan penemuan baru. Sejak tahun 1920-an, telah muncul bukti tegas bahwa pendapat ini tidak mungkin benar. Para ilmuwan sekarang merasa pasti bahwa jagat raya tercipta dari ketiadaan, sebagai hasil suatu ledakan besar yang tak terbayangkan, yang dikenal sebagai Teori Dentuman Besar (Big Bang)”. Dengan kata lain, alam semesta terbentuk, atau tepatnya, diciptakan oleh Allah.
Abad ke-20 juga menyaksikan kehancuran klaim materialis bahwa segala sesuatu di jagat raya adalah hasil dari kebetulan dan bukan rancangan. Riset yang diadakan sejak tahun 1960-an dengan konsisten menunjukkan bahwa semua keseimbangan fisik alam semesta umumnya dan bumi kita khususnya dirancang dengan rumit untuk memungkinkan kehidupan.
Teori yang akhirnya diposisikan dan diterima sebagai pandangan yang ilmiah adalah Teori Dentuman Besar (Big Bang). Teori ini berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi dengan peledakan. Menurut George Ganow dalam Musthafa (1980), pada saat-saat permulaan dari timbulnya alam semesta ini, ialah bahwa semua massa (benda-benda) yang akan membentuk alam semesta seperti galaxi-galaxi, semua nebula, gas-gas, matahari, bintang-bintang, seluruh planet dan satelit serta zat-zat kosmos lainnya, berkumpul menjadi satu di bawah tekanan yang maha tinggi dan sangat kuat, sehingga menyebabkan pecah dan runtuh berantakan (collapse). Alam semesta tercipta dari sebuah ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta.Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam sebuah titik. 
          Selain adanya teori terciptanya alam semesta, ada banyak teori mengenai terciptanya tata surya, bagian kecil dari alam semesta. Adapun beberapa teori tersebut:

1.        Teori Bintang Kembar

Menurut teori ini, dahulu matahari merupakan bintang kembar. Kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak (matahari), maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.
Adapun alasan dari pendapat ini adalah karena setelah penelitian terhadap tata surya lain ternyata ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karena itu Lyttleton, seorang astronom Inggris beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meledaknya bintang kembar. Teori ini mempunyai kelemahan karena berdasarkan analisis matematis yang dilakukan oleh para ahli menunjukan bahwa momentum anguler dalam sistem tatasurya yang ada sekarang ini tidak mugkin dihasilkan oleh peristiwa tabrakan dua buah bintang.

Beberapa sumber mengatakan penggagas teori bintang kembar adalah Fred Hoyle (1915-2001) yang mengemukakan pendapatnya pada tahun 1956. Namun, tidak sedikit pula sumber-sumber terpercaya yang mengatakan bahwa pencetus teori bintang kembar adalah Lyttleton,  seorang astronom Inggris. Dan Fred Hoyle juga menggagas teori lain tentang tata surya, yaitu teori kedaan tetap (steady-state) yang menganggap alam semesta ini tidak berawal dan tidak berakhir. Teori ini diagung-agungkan  para materialis  di abad ke-19,  termasuk Ludwig Freuerbach (1804-1872). Menurut pendapatnya,  hanya alamlah yang ada, manusia juga termasuk alam. Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi, jadi psikis manusia merupakan salah satu gejala dari materi yang ada.

2.        Teori Nebular

Immanuel Kant (1749-1827), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman membuat suatu hipotesis tentang terbentuknya tata surya pada tahun 1755.  Menurut teori ini, jagad raya berasal dari gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan dan memadat karena adanya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak, dari bagian-bagiannya terbentuklah pada pusatnya sebuah inti.  Bagian inti atau tengah kabut itu menjadi gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari, dan bagian kabut di sekelilingnya menjadi planet, satelit dan benda-benda langit lainnya.
Seorang ahli astronomi dan ilmuan fisika dari Perancis, Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir serupa dengan teori Immanuel Kant pada tahun 1796. Menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang terus berputar sehingga membentuk gumpalam kabut, yang pada akhirnya bentuknya menjadi bulat seperti bola. Akibatnya, bola tersebut memepat pada kutubnya, dan melebar pada bagian equatornya. Kemudian massa gas pada equatornya mejauhi gumpalan inti dan membentuk cincin-cincin yang melingkari inti tersebut. Dalam waktu yang lama, cincin-cincin tersebut berubah menjadi gumpalan padat yang kemudian membentuk planet-planet dengan satelitnya dan benda langit lainnya. Sedangkan inti kabut tetap berbentuk gas berpijar yang kemudian disebut sebagai matahari.
Persamaan kedua teori diatas terletak ada materi pembentuk tata surya, yaitu kabut (nebula), sehingga teori tersebut bisa disebut dengan teori kabut atau teori nebula. Teori kabut ini telah dipercaya orang selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang telah banyak ditinggalkan karena tidak mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di dalam tata surya dan juga karena munculnya banyak teori baru yang lebih memuaskan.

3.        Teori Tidal Atau Teori Pasang Surut

Teori ini dipopulerkan oleh Sir James Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891) yang keduanya dari Inggris. Menurut teori ini, gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu yang menjorok ke arah bintang itu mengakibatkan cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda, gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.
Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya merupakan planet-planet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu maka besarnya planet-planet iti berbeda-beda yang terdekat dan terjauh besar tetapi yang di tengah lebih besar lagi.

 Terbentuknya Alam Semesta Menurut Pandangan Islam

Allah SWT. Menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam Al-Quran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firma Allah SWT.
Dalam Al-Quran surat Fush-shilat (41:11)
Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Kata asap dalam tersebut menurut para ahli tafsir adalh merupakan kumpulan dari gas-gas dan pertikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil.
Salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori Big bang) disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam bentuk titik.
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang terbentuknya alam ini (QS Al-Anbiya : 30)
Artinya: “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (sebingkah penuh), kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman”.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692) ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang telah berputar mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam peroses perputarannya denagn kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bingkahan-bingkahan yang akhirnya menjadi bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari bingkahan matahari itu. Masing-masing bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari, semakin lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Kemudian dalam surat Adz-Dzaariyaat (51:47)
Artinya: “Dan langit, denag kekuasaan Kami, Kami bangun dan Kami akan memuaikannya selebar-lebarnya”.
Teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian alam semesta secara terus-menerus denagn kecepatan maha dahsyat yang diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali. Isyarat ini sudah dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’ (21:104)
Artinya: “(yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya”.
Dalam surat Ath-Tholaq (65:12)
ªArtinya: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa ruang angkasa terdiri dari 7 lapis.
Didalam surat As-Sajada (32:4)
Artinya: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan”.
[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.
Uraian penciptaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, terdapat dalam surat Fush-Shilat ayat 9, 10 dan 12
Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya Patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".
ŸArtinya: “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa”. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Artinya: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”.
Dengan perincian penafsirannya sebagai  berikut :
1.      Tahap pertama penciptaan bumi 2 rangakain waktu
2.      Tahap kedua penyempurnaan bumi 2 rangkaian waktu
3.      Tahap ketiga penciptaan angkasa raya dan planet-planetnya 2 rangkaian waktu
Jadi terbentuknya alam raya ini terjadi dalam 6 rangkaian waktu atau 6 masa. Selain surat-surat tersebut diatas masih banyak lagi yang menjelaskan tentang terbentuknya alam raya ini, namun dari yang telah kami sampaikan dalam ringkasan ini terlihat bahwa secara umum proses terciptanya alam raya ini berlangsung dalam 6 masa, dimana tahapan-tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Disebutkan juga bahwa terciptanya alam raya ini terjadi melalui proses pemisahan massa yang tadinya satu.

 2.2  Tata Surya

      Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
       Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Benda-benda langit di tata surya
       Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet , satelit, meteor, komet, debu dan gas antarplanet beredar mengelilinginya.
1. Matahari
      Matahari ialah suatu bola gas pijar yang terdiri dari 49% atom hidrogen (H) dan 5,6% atom helium (He), serta sisanya campuran unsur-unsur karbon (C ) dan atom lainnya. Bentuk matahari ternyata tidak bulat benar. Ia mempunyai semacam ekuatoe dan kutub, karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antarkutubnya 43 mil lebih pendek.
     Matahari juga merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer dan korona.
2. Planet
·         Planet Merkurius
       Planet merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan dan juga hawa atau udara. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserapknya.
      Garis tengahnya 4.500 km lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3.160 km. karena letaknya yang begitu dekat dengan matahari maka bagian yang menghadap matahari sangat panas, sebaliknya yang tidak menghadap matahari dingin sekali. Hal ini disebabkan karena Merkurius tidak memiliki atmosfer dan bulan (satelit). Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius.
        Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya lebih dari 28 hari, demikian juga pada malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
·         Planet Venus
     Planet ini dinamakan Venus karena bila dilihat dari bumi merupakan planet yang paling banyak memantulkan cahaya matahari akibat sifat dari permukaanya. Orang Yunani menganggap keadaan planet itu sangat cantik seperti dewi kecantikan mereka (Venus). Planet ini lebih kecil dari bumi, mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari yang datang akan diserapnya. Planet ini juga tidak mempunyai satelit.
       Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal sebagai bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Besarnya hampir sama dengan bumi, bergaris tengah 12.320 km, sedangkan bumi bergaris tengah 12.640 km. rorasi Venus kurang lebih 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun venus adalah 225 hari.
·         Planet Bumi dan Bulannya
     Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan venus dan bergaris tengah 7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan matahari ialah 149 juta km. jarak ini dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU). Jadi, 1 AU = 149 juta km.

       Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi lamanya ialah 24 jam, sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni 247 x 24 jam. Bumi mengadakan revolusi selama 365 ¼ hari. Satu kali putaran mengelilingi matahari disebut juga satu tahun . sekarang mari kita bandingkan dengan 1 tahun merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis rata-rata bumi ialah 5,52.
       Bulan merupakan satu-satuan satelit bumi dan tidak memiliki atmosfer. Jarak bulan dengan bumi adalah 240 ribu mil= 384 ribu km dan bargaris tengah 2.160 mil atau 3,456 km. jarak terjauh bulan dari pusat bumi 406.700 km dan jarak terdekatnya 356.400 km.
·         Planet Mars
      Planet ini diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen. Pada permukana planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun.
       Hal yang menarik di planet ini adalah adanya dua buah bulan dan biasa disebut dengan nama satelit. Satelit yang kecil diberi nama phobos. Satelit ini dekat dengan planet Mars dan hanya berjarak 3.700 mil (dibandingkan dengan jarak bumi-bulan, 240 ribu mil). Garis tengah 10 mil (16 km). ia mengadakan revolusi mengelilingi Mars dalam waktu 7 jam 39 menit, dan anehnya ia terbit dari barat, terbenam di Timur. Phobos dalam satu hari Mars, terbit dan terbenam sebanyak 3 kali. Satelit yang besar dinamakan deimos. Satelit ini terbit ari timur dan terbenam di sebelah barat setelah beberapa hari. Hal ini disebabkan karena revolusi satelit Deimos hanya berbeda sedikit lebih cepat daripada rotasi Mars. Jarak mars ke matahari adalah 1,52 AU, Bergaris tengah 3.920 mil (setengah dari bumi), Berevolusi 1,9 tahun, Berotasi 24 hari 37 menit.
·         Planet Jupiter
     Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang yang terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian ekuator lainnya menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang jelas.
     Massa planet ini sangat besar, hampir 300 kali massa bumi dan gravitasinya, yaitu 2,6 kali gravitasi bumi. Artinya, bila suatu benda di bumi beratnya 100 kg maka berat benda tersebut di JUPiter menjadi 260 kg. akibat selanjutnya, ia memiliki daya tarik yang sangat kuat sehingga mampu menarik 12 satelit atau bulan yang berukuran sangat besar. Dua diantaranya lebih besar daripada planet Merkurius. Tiga darinya beredar berlawanan arah dengan sembilan lainnya. Bulan-bulan tersebut memiliki lapisan atmosfer yang cukup tebal.
·         Planet Saturnus
      Planet terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan, amoniak dan hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.
    Saturnus mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah titan (besarnya 2 kali bulan-bumi). Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan sembilan satelit lainnya, menunjukkan bahwa phoebe bukan anak kandung saturnus. Keanehan phoebe dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya ialah sabuk Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15 tahun sekali.
·         Planet Uranus
      Uranus memiliki lima satelit. Berbeda dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari Timur ke Barat. Jarak ke matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu 84 tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti Venus, rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
·         Planet Neptunus
     Neptunus ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus yang Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan mengelilingi matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.
3. Asteroida atau Planetoid
      Pada tahun 1801, piazzi seorang astronom Italia melalui pengamatan teleskopnya, menemukan benda langit yang berdiameter 500 mil atau ± 900 km (bulan berdiameter 2.160 mil atau 3.000 km) beredar mengelilingi matahari.
      Pada masa ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak ± 2.000 buah, berbentuk bulat-bulat kecil, yang terbesar disebut ceres dengan diameter 750 km. benda-benda langit yang terkecil yang bisa diamati adalah yang berdiamter 1 mil. Kelompok benda langit ini disebut planetoida atau bkan planet untuk membedakannya dengan sembilan planet utama yang telah dijelaskan tadi. Bila seluruh massa planetoida ini dikumpulkan, jumlahnya tidak lebih dari 2% dari massa bulan.
4. Komet atau Bintang Berekor
      Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya yang beredar mengelilingi matahari dan menerima energinya dari matahari.
      Komet sebenarnya merupakan kumpulan bungkahan batu yang diselubungi oleh kabut gas. Diameter komet termasuk selubung gasnya ± 100.000 km, sedangkan diameter inti yang berupa bungkah-bungkah batu sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan bereksitasi pad agas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluoresce nsi, dan gas akan berpendar memancarkan cahaya. Akibat tekanan cahaya matahari, gas pendar ini akan terdorong menjauhi matahari maka terbentuklah ekor komet. Karena komet selalu menjauhi matahari maka jika komet mendekati matahari, ekornya dibelakang dan di depan sewaktu menjauhinya.
5. Meteor
      Meteor adalah benda angkasa yang tidak mengeluarkan cahayanya sendiri, tetapi dia bukan binatang. Jadi, semacam benda-benda planetoida yang mungkin saja datang dari luar tata surya kita.
     Meteor berupa batu-batu kecil yang bergaris tengah antara 0,2-05 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.
 4. Satelit
    Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Disamping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaiotu beredar mengelilingi sumbunya sendiri
       Pada umumnya, arah rotasi revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur kecuali satelit dari planet Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius maupun Venus.
      Bulan merupakan satu satunya satelit dari planet bumi. Kala rotasi bulan adalah satu hari, sedang kala revolusinya satu bulan. Karena kala rotasi bulan sama dengan kala rotasi bumi, mengakibatkan permukana bulan yang menghadap ke bumi selalu tetap. Jarak antara bumi dengan bulan, kurang lebih 384.403 km dan merupakan benda langit yang paling dekat terhadap bumi jika dibandingkan bumi, bulan mempunyai ukuran :
a. Massa bulan : 1/10 massa bumi
b. Garis tengah bulan : ¼ diameter bumi-3000 km
c. Gravitasi bulan : 1/6 gravitasi bumi.
2.3  Lapisan-lapisan planet bumi dan cara terbentuknya

·                 Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakanplanet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat denganmatahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulatdengan radius ± 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapatdihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratandan lautan.Sebenarnya hingga sekarang pengetahuan tentang struktur dan komposisi Bumibelum dapat dipecahkan dengan penyelidikan langsung. Salah satu cara langsunguntuk mengetahui informasi tentang struktur dan komposisi Bumi adalahpengeboran. Namun, pemboran yang paling dalam yang dapat dilakukan selama inihanya sampai pada kedalaman 7 km. Karena keterbatasan tesebut, makadigunakan sifat – sifat atau hukum fisika seperti gravitasi, perambatan gelombang,kelistrikan dan fenomena lainnya yang berkaitan dengan sifat – sifat Bumi.Berdasarkan hasil analisis data – data yang diperoleh, secara fisika dan kimiawiinterior Bumi dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:1. lapisan Bumi berdasarkan chemical properties ( Sifat – Sifat Kimia )2. lapisan Bumi berdasarkan physical properties ( Sifat – Sifat Fisika )lapisan Bumi dapat dibagi menjadi :1. Crust (Kerak Bumi), merupakan bagian terluar Bumi, memiliki komposisidan ketebalan berbeda dan beragam dari satu tempat ke tempat lain.
2. kerak Bumi sekitar 70 km. 

     Bagian atas kerak Bumi disebut lapisan SiAL yangpenyusun utamanya berupa oksigen, silika, dan alumunium, sedangkanlapisan bawahnya terdiri atas lapisan SIMA, mineral utama yangdikandungnya adalah Silika dan Amagnesium. Terdapat dua jenis kerakBumi:a. Continental Crust (Kerak Benua), tebalnya 10 – 70 km, terdiri dari batuanyang ringan mengandung banyak silika (SiO2). Terdiri dari batuan kristalindengan unsur – unsur Si (silika) dan Al (aluminium). b. Oceanic Crust (Kerak Samudra), ketebalannya 8 – 13 km, terdiri daribatuan yang sangat padat, berwarna gelap, tersusun dari unsur Si (silika) danMg (magnesium).2. Mantle ( Mantel ), merupakan lapisan di bawah kerak Bumi, dicirikan olehadanya peningkatan gelombang – gelombang panas, memiliki ketebalan3.488 km. Pada lapisan ini bersifat semi cair, banyak mengandung mineraldan ferromagnesian (campuran besi dan magnesium). Mantel dapat dibagimenjadi 2 bagian:a. Upper Mantle (mantel bagian atas), memiliki ketebalan 400 km, bersifatplastis (padat tapi kenyal) atau semiplastis, mempunyai zona transisi dengan ketebalan 670 km.b. Lower Mantle (mantel bagian bawah), terdiri dari bahan yang kaya unsurnikel dan besi, berada pada kedalaman antara 1000 – 2900 km.


·         3. 3. Core ( Inti ),
            terletak di bawah mantel Bumi pada kedalaman 2.900 – 6730km, tersusun atas besi (Fe) dan Nikel (Ni), yang datanya diketahui darigelombang seismik, eksperimen, dan komposisi iron meteorites ( besimeteorit ). Inti Bumi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :a. Inti luar , kedalaman 2900 – 5100 km tersusun oleh komposisi silika,belerang dan O2 bersifat cair.b. Inti dalam, kedalaman 5100 – 6730 km. Komposisi besi padat (Fe) dannikel (Ni) bersifat padat.B. Berdasarkan sifat – sifat fisikanya, lapisan Bumi dapat dibagi menjadi:1. Lithosphere, merupakan lapisan yang terdiri dari crust & upper mantle, danberada di kedalaman 0-60 km.2. Asthenosphere, merupakan lapisan plastis yang memiliki kepadatanrendah dan berada di antara upper mantle dan lower mantle.3. Upper mantle, merupakan lapisan luar dari mantel dan suhunya lebihrendah dibandingkan lower mantle. Berada di kedalaman 35-660 km.4. Lower mantle, merupakan lapisan dalam mantel yang memiliki suhu lebihpanas yang disebabkan oleh panas ekstrim yang berasal dari inner core.Berada di kedalaman 660-2890 km.5. Inti Luar (Outer Core), berupa fase cair berada di kedalaman 2890-5150km, kaya akan unsur besi (Fe) dan nikel (Ni).
·    4. 6. Inti Dalam (Inner Core), walaupun bersuhu ekstrim tetapi berupa fasepadat yang disebabkan oleh tekanan yang sangat tinggi. Berada dikedalaman 5150-6360 km dan juga kaya akan unsur besi dan nikel.
Proses Terbentuknya Bumi

      Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam bentuk yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan terus berkembang hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa proses pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar tahun yang lalu. Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.

     Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
      Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
    Proses perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
            Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Proses Terbentuknya Bumi- Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam bentuk yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan terus berkembang hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa proses pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar tahun yang lalu. Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.
Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
            Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
        Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut, ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain. Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).
Ilustrasi siklus pembentukan Bumi terbagi menjadi:
(a) Bumi masih berbentuk bola pijar;
(b) Bumi mendingin berangsur-angsur membentuk litosfer;
(c) pembentukan atmosfer Bumi;
(d) Bumi terbentuk sempurna.
Pada saat terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi, pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.
Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka Bumi membentuk bentang perairan  laut dan samudra.
Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.
Sedikit demi sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah. 
Baik di antara Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India, Australia, dan Antartika.

2.4  Kehidupan dibumi

A. Asal Mula Keidupan Di Bumi
            Ada beberapa pendapat berupa hipotesis ataupun teori tentang asal mula kehidupan di bumi, diantaranya :
1. Genotip Spontanea
            Sebelum abad 17, orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya. Paham ini disebut juga abiogenesis artinya makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup, misalnya dari akan timbul cacing. Paham ini dipelopori oleh Aristoteles.
2. Cosmozoa
            Adalah pendapat yang menyatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini berasal dari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup itu dating bentuk spora yang aktif, jatuh ke bumi lalu berkembang biak.
3. Omne Vivum ex Ovo
            Francisco Redi (1626-1697), ahli biologi Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau omne vivum ex ovo.
4. omne ovo ex viv
            Lazarro Spallanzani (1729-1799), ahli biologi Italia, dapat membuktikan bahwa mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup.
5. Omne vivum ex ovo
            Louis Pasteur (1822-1895) sarjana dari Prancis, berpendapat bahwa agar timbul kehidupan baru, harus aada kehidupan sebelumnya. Teori ini disebut Biogenesis.
6. Teori Uray
            Harold Uray (1893) ahli kimia Amerika, mengeukakan bahwa atmosfir pada mulanya karya akan gas-gas metan (CH4), amoniak (NH3), hydrogen (H2) dan (H2O). zat-zat ini merupakan unsur penting dalam tubuh makhluk hidup. Diduga karena adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsure-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.
7. Teori Oparin-Haldene
            Oparin, ahli biologi Rusia dan J.B.S Haldene, ahli biologi Inggris mengatkan bahwa jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas. Senyawa organic ini anatar lain asam amino sederhana, purine dan basa pirimidin, senyawa-senyawa golongan gula, kemudian terbentuk pula senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat dan polisakarida. Semuanya dapat terbentuk berkat bantuan ultra violet, petir, panas dan sinar radiasi.

B. Sel
C. Perkemabangabiakan
D. Geografi Kehidupan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

            Alam semesta adalah ruangan yang sangat besar dan mungkin tak terbatas dalam volume. Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. Di Alam semesta ini terdapat tata surya. Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
            Sebagai manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dalam berfikir tentulah bila diteliti dengan sedalam-dalamnya pasti akan mencapai titik buntu. Namun yang jelas alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kita diharuskan untuk selalu bersyukur dan menjaga alam semesta ini.


DAFTAR PUSTAKA





MATEMATIKA DAN ILMU ILMIAH DASAR

EFEK RUMAH KACA


Disusun oleh :
                                  Nama               :  Rini Hasanah
                                  NPM               :  17513741
                                  Kelas               :  IPA15
                                 Jurusan            :  S1 Psikologi




Universitas Gunadarma
 Maret 2014



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yangg Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Mat. Dan Ilmu Ilmiah Dasar yang penulis beri judul “Efek Rumah Kaca”.
            Makalah ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dalam bentuk penyusunan maupun materinya. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang membangun dan dapat lebih baik kedepannya. Semoga makalah ini bermaanfaat untuk pembaca.
             Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Bekasi,  2014

            
                                                                                                                                        Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………...ii
BAB I   PENDAHULUAN …………………………………………….1
            1.1  Latar Belakang Masalah ……………………………………1
            1.2  Rumusan Masalah ………………………………………….1
            1.3  Tujuan Masalah …………………………………………….2
BAB II  PEMBAHASAN ………………………………………………3
            2.1  Pengertian efek rumah kaca ……..………………………….3
            2.2   Sebab efek rumah kaca ……………………………………3
2.3  Dampak dari efek rumah kaca ……………………...............4
            2.4  Cara penanggulangan efek rumah kaca ……………………..5
BAB III  PENUTUP …………………………………………………...6
            3.1 Kesimpulan ………………………………………………....6
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….7



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

            Dunia semakin lama semakin tua, inilah suatu masalah yang sudah menjadi rahasia umum. Saat ini perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang sering disebut Iptek memang memberikan dampak yang positif bagi kehidupan, yaitu dapat menyederhanakan dan mempermudah aktivitas-aktivitas dalam kehidupan. Namun, tidak hanya dampak positif saja yang diberikan oleh kemajuan di bidang iptek ini, tetapi juga dampak-dampak negatif. Misalnya saja, berkat adanya kemajuan iptek manusia tak perlu lagi berjalan kaki untuk menempuh perjalanan yang jauh ataupun dekat. Seperti kendaraan bermotor yang mempunyai nilai positif yaitu dengan kendaraan, kita bisa lebih cepat menempuh waktu ke tempau tujuan kita, namun disamping nilai positif tersebut terdapat juga nilai negatif, yaitu asap kendaraan tersebut menyebabkan polusi. Tidak hanya itu, pembakaran fosil seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, pembakaran hutan  juga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca meningkat.
            Hal diatas menyebabkan temperatur suhu dipermukaan bumi semakin panas, dan banyak dampak negatif yang akhirnya dirasakan oleh penghuni dibumi.
1.2  Rumusan Masalah
            Dari latar belakang masalah diatas, penulis meruskan masalah yaitu :
  1.        Apa pengertian efek rumah kaca?
  2.       Apa sebab efek rumah kaca?
  3.       Bagaimana dampak dari efek rumah kaca?
  4.       Bagaimana cara menanggulangi efek rumah kaca?

1.3  Tujuan Masalah
            Dari rumusan masalah diatas, penulis memiliki tujuan masalah yaitu :
  1.       Mengetahui pengertian efek rumah kaca?
  2.       Mengetahui sebab efek rumah kaca?
  3.       Mengetahui dampak dari efek rumah kaca?
  4.       Mengetahui cara menanggulangi efek rumah kaca?


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Efek Rumah Kaca
            Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
            Secara alamiah cahaya matahari (radiasi gelombang pendek) yang menyentuh permukaan bumi akan berubah menjadi panas dan menghangatkan bumi. Sebagian dari panas ini akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa luar sebagai radiasi infra merah gelombang panjang.
            Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.

2.2  Sebab Efek Rumah Kaca
            Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
            Metana ,Gas  Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.

            Nitrogen Oksida, Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.
            Gas-Gas Lain, Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.

2.3  Dampak Efek Rumah Kaca
            Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
            Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

2.4  Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca
Macam-macam tindakan sederhana yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya.
·         Stop penebangan hutan dan melakukan gerakan penghijauan
·         Kurangi konsumsi BBM
·         Gunakan produk yang ramah lingkungan
·         Kurangi penggunaan/pembelian barang-barang yang terbuat dari plastik karena hampir semua sampah plastik akan menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar dan dapat mencemarkan lingkungan.
·         hemat dalam pemakaian air dan pemakaian energi listrik.
·         Kurangi penggunaan bahan-bahan yang mengandung aerosol.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

            Efek rumah kaca adalh salah satu dampak dari pemanasan global yang sangat serius dampaknya. Hal ini diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Terlebih karena Iptek semakin lama semakin sulit dijauhkan dari manusia.
            Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi hal tersebut, diantaranya dengan Stop penebangan hutan dan melakukan gerakan penghijauan, Kurangi konsumsi BBM, Gunakan produk yang ramah lingkungan dan masih banyak lagi yang lainnya.


DAFTAR PUSTAKA


Nama        :  Rini Hasanah
NPM        :  17513741
Kelas        :  1PA15
Fakultas    :  Psikologi