Senin, 03 November 2014

SoftSkill Kecanduan Internet dan Penanganannya

Nama               : Rini Hasanah
NPM               : 17513741
Kelas               : 2PA16
Jurusan            : Psikologi
Matkul             : Psi & Teknologi Internet

Kecanduan Internet dan Penanganannya

      Jumlah pengguna Internet di belahan dunia semakin berlipat ganda. hasil data oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 1998 adalah 512.000 orang, dan terus bertambah hingga kira-kira 25.000.000 orang pada tahun 2007. Dengan jumlah sebanyak ini,Indonesia sudah termasuk ke dalam 20 negara pengguna internet terbanyak di dunia.
          Tak dipungkiri Internet memang sudah menjadi kebutuhan manusia. Pengguna Internet dipastikan akan terus meningkat karena internet semakin mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Dari banyak jenis computer, handphone, tablet yang mudah dibawa kemana-mana semakin mendukungnya untuk dapat diakses dengan mudah.
          Seperti yang kita ketahui banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dari internet, dari berkomunikasi, berbisnis, main game, berkarir, mencari informasi, belajar, berkreasi dan memuaskan penggunanya. Ironisnya dari hal tersebut juga menimbulkan persoalan pada penggunanya.
Hampir 20% pengguna internet terlibat dengan satu atau lebih masalah pengabaian diri, perilaku mengecek dan mengklik terus-menerus, terisolasi secara sosial dan menghindari orang lain, hilangnya produktivitas, depresi, problem pernikahan, kecanduan seks, judi, penyalahgunaan internet di tempat kerja, dan kegagalan studi. Internet telah menjadi persoalan yang serius bagi banyak orang.
        David Greenfield menjelaskan mengapa internet memiliki daya menghipnotis. Internet sangatlah menarik karena memuat warna, gerakan, suara, ketidakterbatasan informasi, dan kesegaraan respons. Godaan daya tarik internet bahkan juga masih terus berlangsung saat seseorang tidak sedang terhubung dengan internet. Orang yang memenuhi kriteria sebagai pecandu internet dalam survei ini memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menemui orang yang dikenalnya pertama kali di internet.
        Sifat interaktif internet juga menambah daya tarik internet. Greenfield juga menemukan bahwa rasa intim yang berlebih membuat orang sulit melepaskan diri dari internet. Lebih jauh, Michael G. Conner juga menyebutkan dua hal yang membuat internet menarik dan sekaligus bermasalah, yakni membuat orang merasa nyaman dan tidak menyadari adanya masalah. Orang dapat bepergian ke mana saja, melihat apa saja, menemukan apa saja, berbuat apa saja, dan menjadi siapa pun yang ia kehendaki. Dalam masyarakat virtual, orang kehilangan akuntabilitas, pengawasan, dan konsekuensi social.
        Beberapa contoh yang menyebakan penggunana internet manjadi penacndu adalah game online. Online game telah menjerat banyak orang, khususnya kaum muda, dalam kecanduan yang sulit dilepaskan. Daya ikat online game juga adalah sifatnya yang memungkinkan pemain menjadi pribadi yang berbeda di dunia nyata. Pemain tidak harus mengikuti aturan-aturan di dunia nyata dan dapat menjadi sosok yang kuat dan yang selalu memenangkan pertarungan. Daya tarik lain online game yang berpotensi menjerat pemain menjadi pecandu adalah bahwa pemain dapat mengubah dirinya dan memilih karakter tertentu yang berbeda dengan karakter aslinya.
        Contoh lain yang membuat pengguna menjad pencandu iinternet adalah jejaring social internet. Banyak jejaring social yang ada diinternet, mulai drai MySpace, Friendster, Tribe, Geek, Twitter, Bebo, dan juga mailing list merupakan jejaring sosial. Namun saat ini Facebook-lah yang paling populer dengan lebih dari 300 juta penghuni.
        Facebook (FB) merupakan situs yang sederhana dan mudah digunakan, dan yang paling penting adalah mempunyai efek mencandu. Efek mencandu itu bisa disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena kita senang memperoleh teman dan mendapat perhatian dari orang lain. Kedua, kita senang menjadi orang yang dikenal dan diakui keberadaannya. Karena itu, akan semakin mudah menjadi pecandu jejaring sosial di internet bila seseorang memiliki kebutuhan besar akan perhatian, penghargaan diri, dan pengakuan akan eksistensi dirinya.

Karakteristik Pencandu Internet

       Sekitar 11% orang yang terhubung internet menjadi kompulsif atau kecanduan.22 Tidak mengherankan jika kecanduan internet telah menjadi masalah tingkah laku yang serius dan dianggap sebagai salah satu masalah kejiwaan. n mengikuti keseluruhan progam. Oleh Cornelius Plantinga, Jr., kecanduan didefinisikan sebagai kelekatan yang kompleks, progresif, berbahaya, dan sering juga melumpuhkan terhadap zat psikoaktif (alkohol, heroin, zat adiktif lainnya) atau perilaku (seks, kerja, judi) yang dengannya individu secara kompulsif mencari perubahan perasaan.
        Secara khusus, sejumlah gejala pola perilaku telah dicantumkan oleh Kimberley Young, seorang peneliti tentang kecanduan internet, untuk menentukan apakah seseorang sudah digolongkan sebagai pecandu. Simtom itu adalah sebagai berikut:
1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain
2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya
3. yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet
4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet
5. Adanya kecenderungan untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan
6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier
 7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga, terapis, dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet
8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya.
         Seorang pengguna sudah dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima dari delapan kriteria yang disebutkan Young ini. Dari gambaran yang diajukan oleh Young ini, nampak bahwa kecanduan pada internet memberi dampak kerusakan pada tiga fungsi utama kepribadian, yakni fungsi pengendalian perasaan, fungsi akademis dan pekerjaan, dan fungsi relasi. Dengan kata lain, kecanduan internet berpotensi melumpuhkan kepribadian individu.

Penanganan Pencandu Internet

        Untuk menyembuhkan pecandu internet taidak jaug berbeda dengan penyembuhan pencandu narkoba. Hal itu sulit dihilangkan jika memang bisa harus dengan waktu yang lama.
Berikut adalah prinsip pelayanan bagi pecandu internet:
1. Pertama, langkah awal penanganan kasus kecanduan internet harus dimulai dari pengakuan dan kerelaan pecandu untuk melepaskan kebiasaannya tersebut.
2. harus ada semacam ikatan kontrak dengan pecandu agar dalam suatu jangka waktu, misalnya selama empat puluh hari, untuk tidak bersentuhan dengan internet sama sekali. Seagai gantinya cari hoby atau kegiatan baru.
3. Ketiga, konseling pribadi dan konseling kelompok harus diberikan secara rutin sampai pecandu benar-benar terlepas dari kecanduannya.

4. Keempat, pecandu yang telah terbebas harus menyadari bahwa mereka tetap memiliki area sensitif terkait dengan penggunaan internet. Dengan demikian, mantan pecandu perlu dibekali dengan teknik penolakan dan penghindaran terhadap keterlibatan terhadap dosa dan kebiasaan buruk mereka yang dahulu.

Referensi :