Nama : Rini Hasanah
NPM : 17513741
Kelas
: 2PA16
Jurusan
: Psikologi
Matkul : Psi & Teknologi Internet
Kecanduan
Internet dan Penanganannya
Jumlah
pengguna Internet di belahan dunia semakin berlipat ganda. hasil data oleh Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 1998 adalah 512.000 orang,
dan terus bertambah hingga kira-kira 25.000.000 orang pada tahun 2007. Dengan jumlah sebanyak ini,Indonesia
sudah termasuk ke dalam 20 negara pengguna internet terbanyak di dunia.
Tak dipungkiri Internet
memang sudah menjadi kebutuhan manusia. Pengguna Internet dipastikan akan terus
meningkat karena internet semakin mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Dari banyak
jenis computer, handphone, tablet yang mudah dibawa kemana-mana semakin mendukungnya
untuk dapat diakses dengan mudah.
Seperti yang kita
ketahui banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dari internet, dari
berkomunikasi, berbisnis, main game, berkarir, mencari informasi, belajar, berkreasi
dan memuaskan penggunanya. Ironisnya dari hal tersebut juga menimbulkan
persoalan pada penggunanya.
Hampir 20% pengguna internet
terlibat dengan satu atau lebih masalah pengabaian diri, perilaku mengecek dan
mengklik terus-menerus, terisolasi secara sosial dan menghindari orang lain,
hilangnya produktivitas, depresi, problem pernikahan, kecanduan seks, judi,
penyalahgunaan internet di tempat kerja, dan kegagalan studi. Internet telah
menjadi persoalan yang serius bagi banyak orang.
David Greenfield
menjelaskan mengapa internet memiliki daya menghipnotis. Internet sangatlah
menarik karena memuat warna, gerakan, suara, ketidakterbatasan informasi, dan
kesegaraan respons. Godaan daya tarik internet bahkan juga masih terus
berlangsung saat seseorang tidak sedang terhubung dengan internet. Orang yang memenuhi
kriteria sebagai pecandu internet dalam survei ini memiliki kemungkinan yang
sangat besar untuk menemui orang yang dikenalnya pertama kali di internet.
Sifat interaktif internet juga menambah daya
tarik internet. Greenfield juga menemukan bahwa rasa intim yang berlebih
membuat orang sulit melepaskan diri dari internet. Lebih jauh, Michael G.
Conner juga menyebutkan dua hal yang membuat internet menarik dan sekaligus bermasalah,
yakni membuat orang merasa nyaman dan tidak menyadari adanya masalah. Orang
dapat bepergian ke mana saja, melihat apa saja, menemukan apa saja, berbuat apa
saja, dan menjadi siapa pun yang ia kehendaki. Dalam masyarakat virtual, orang
kehilangan akuntabilitas, pengawasan, dan konsekuensi social.
Beberapa contoh yang
menyebakan penggunana internet manjadi penacndu adalah game online. Online game
telah menjerat banyak orang, khususnya kaum muda, dalam kecanduan yang sulit
dilepaskan. Daya ikat online game juga adalah sifatnya yang memungkinkan pemain
menjadi pribadi yang berbeda di dunia nyata. Pemain tidak harus mengikuti
aturan-aturan di dunia nyata dan dapat menjadi sosok yang kuat dan yang selalu
memenangkan pertarungan. Daya tarik lain online game yang berpotensi menjerat
pemain menjadi pecandu adalah bahwa pemain dapat mengubah dirinya dan memilih karakter
tertentu yang berbeda dengan karakter aslinya.
Contoh lain yang membuat
pengguna menjad pencandu iinternet adalah jejaring social internet. Banyak jejaring
social yang ada diinternet, mulai drai MySpace, Friendster, Tribe, Geek, Twitter,
Bebo, dan juga mailing list merupakan jejaring sosial. Namun saat ini
Facebook-lah yang paling populer dengan lebih dari 300 juta penghuni.
Facebook (FB) merupakan situs
yang sederhana dan mudah digunakan, dan yang paling penting adalah mempunyai
efek mencandu. Efek mencandu itu bisa disebabkan oleh dua hal utama. Pertama,
karena kita senang memperoleh teman dan mendapat perhatian dari orang lain. Kedua,
kita senang menjadi orang yang dikenal dan diakui keberadaannya. Karena itu,
akan semakin mudah menjadi pecandu jejaring sosial di internet bila seseorang
memiliki kebutuhan besar akan perhatian, penghargaan diri, dan pengakuan akan
eksistensi dirinya.
Karakteristik Pencandu
Internet
Sekitar 11% orang yang
terhubung internet menjadi kompulsif atau kecanduan.22 Tidak mengherankan jika
kecanduan internet telah menjadi masalah tingkah laku yang serius dan dianggap
sebagai salah satu masalah kejiwaan. n mengikuti keseluruhan progam. Oleh
Cornelius Plantinga, Jr., kecanduan didefinisikan sebagai kelekatan yang
kompleks, progresif, berbahaya, dan sering juga melumpuhkan terhadap zat
psikoaktif (alkohol, heroin, zat adiktif lainnya) atau perilaku (seks, kerja,
judi) yang dengannya individu secara kompulsif mencari perubahan perasaan.
Secara khusus, sejumlah
gejala pola perilaku telah dicantumkan oleh Kimberley Young, seorang peneliti
tentang kecanduan internet, untuk menentukan apakah seseorang sudah digolongkan
sebagai pecandu. Simtom itu adalah sebagai berikut:
1. Pikiran pecandu
internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk
dibelokkan ke arah lain
2. Adanya kecenderungan
penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan
yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya
3. yang bersangkutan
secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet
4. Adanya perasaan tidak
nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha
menghentikan penggunaan internet
5. Adanya kecenderungan
untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan
6. Penggunaan internet
itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan
studi, dan karier
7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga,
terapis, dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan
dengan internet
8. Internet digunakan
untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif
seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya.
Seorang pengguna sudah
dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima
dari delapan kriteria yang disebutkan Young ini. Dari gambaran yang diajukan
oleh Young ini, nampak bahwa kecanduan pada internet memberi dampak kerusakan
pada tiga fungsi utama kepribadian, yakni fungsi pengendalian perasaan, fungsi
akademis dan pekerjaan, dan fungsi relasi. Dengan kata lain, kecanduan internet
berpotensi melumpuhkan kepribadian individu.
Penanganan Pencandu
Internet
Untuk menyembuhkan
pecandu internet taidak jaug berbeda dengan penyembuhan pencandu narkoba. Hal itu
sulit dihilangkan jika memang bisa harus dengan waktu yang lama.
Berikut adalah prinsip
pelayanan bagi pecandu internet:
1. Pertama, langkah awal
penanganan kasus kecanduan internet harus dimulai dari pengakuan dan kerelaan
pecandu untuk melepaskan kebiasaannya tersebut.
2. harus ada semacam
ikatan kontrak dengan pecandu agar dalam suatu jangka waktu, misalnya selama
empat puluh hari, untuk tidak bersentuhan dengan internet sama sekali. Seagai gantinya
cari hoby atau kegiatan baru.
3. Ketiga, konseling
pribadi dan konseling kelompok harus diberikan secara rutin sampai pecandu
benar-benar terlepas dari kecanduannya.
4. Keempat, pecandu yang
telah terbebas harus menyadari bahwa mereka tetap memiliki area sensitif
terkait dengan penggunaan internet. Dengan demikian, mantan pecandu perlu
dibekali dengan teknik penolakan dan penghindaran terhadap keterlibatan terhadap
dosa dan kebiasaan buruk mereka yang dahulu.
Referensi :