Minggu, 11 Desember 2016

ARTIFICIAL INTELLEGENCE (KECERDASAN BUATAN)

Nama : Rini Hasanah
NPM  : 17513741
Kelas  : 4PA16
Mata Kuliah : Sistem Informasi Psikologi (Softskill)


ARTIFICIAL INTELLEGENCE (KECERDASAN BUATAN)

1.      Definisi Artificial Intellegence
Bibit  AL pertama kali disebar hanya 2 tahun setelah General Electric menerapkan komputer yang pertama kali digunakan untuk menggunakan bisnis. Tahun itu adalah tahun 1956, dan istilah kecerdasan buatan pertama kali di buat oleh John McCarthy sebagai tema suatu konferensi yang di Dartmounth College. Pada tahun yang sama, program computer Al pertama yang disebut Logic Theorist.
Kecerdasan buatan adalah suatu ilmu yang mempelajar cara membuat computer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia (Minsky, 1989). Defnisi lai diungkapkan oleh H.A. Simon (1987). Kecerdasan buatan (artificial inttelegence) merupakan kawasan penelitian , aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. Rich dan Knight(1991) mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat computer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. Sementara ensiklopedia Britannica mendefnisikan kecerdasan buatan sebagai cabang ilmu computer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak mengggunakan bentuk symbol-silbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
Ada tiga tujuan kecerdasan buatan, yaitu :
a.       Membuat computer lebih cerdas
b.      Mengerti tentang kecerdasan
c.       Membuat mesin lebih berguna.
Yang disebut kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar atau mengerti dari pengalamn, memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu, menanggapi dengan cepat dan baik atas situasi yang baru, menggunakan penalran dalam memecahkan masalah serta menyelesaikannya dengan efektif (Winston dan Prendergest, 1994).
Kecerdasan buatan terdiri dari sistem barbasis computer (baik perangkat keras maupun peranti lunak) yang berusaha untuk menyamai tingkah laku manusia.walaupun aplikasi kecerdasan buatan tidak dapat menyamai kecerdasanmanusia dalam hal keluasan, kompleksitas, keaslian, dan generalitas pemikiran, kecerdasan buatan memiliki peranan penting dalam menajemen pengetahuan.

2.      Domain Penelitian dalam Kecerdasan Buatan
Beberapa bidang penelitian dalam kecerdasan buatan dianatarnya :
a.       Formal tasks (matematika dan games)
b.      Mundane task (perception, robotics, natural language, common sense, reasoning)
c.       Expert tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering, scientific analysis, dll).

3.      Konsep  Kecerdasan Buatan
Ada beberapa konsep yang harus dipahami dalam kecerdasan buatan, yaitu :
a.       Turing test (metode pengujuian kecerdasan)
Merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua objek (mesin) yang ditanyai.
b.      Pemrosesan simbolik
Computer semula didesain utnuk memproses bilangna /angka-angka (pemprosesan numeric). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan pada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat penting AL adalah bagian dari ilmu computer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
c.       Heuristic
Merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang problem secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakkukan di sepanjang jalur yang memilki kemungkinan sukses paling besar.
d.      Penarikan kesimpulan (inferencing)
Al mencoba membuat mesin memliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berpikir (reasoning) termasuk di dalamnya peruses penarikan kesimpulan (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.
e.       Pencocokan pola (Pattern Matching)

Al bekerja dengan metode pencocokan pola yang berusaha untuk menjelaskan obbjek, kejadian, atau proses, dalam bentuk hubungan logic atau komputasional.

EXPERT SYSTEM (SISTEM PAKAR)

1.      Definisi
ES mulai dikembangkan pada tahun 1960-an oleh Artificial Intellegence Corporation. Sistem pakar adalah sistem berbasis computer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hany adapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut (Maryin dan Oxman, 1988).
Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendudkung aktifitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain : pembuatan keputusan, pemaduan pengetahuan, pembuatan desain, perencanaan, prakiraan, pengaturan, pengendalian, doagnisis, perumusan, penjelasan, pemberian nasihat dan pelatihan, selian itu sistem pakar juga erfungsi sebagai asistem yang pandai dari seorang pakar.
Sistem pakar adalah teknik cerdas untuk menangkap pengetahuan yang tersebunyi dalam keahlian manusia yang sangat spesifik dan terbatas cakupannya. Sistem ini menangkap pengetahuan dari pekerja pakar dalam brntuk serangkaian aturan dalam sistem peranti lunak yang digunakan oleh orang lain dalam organisasi tersebut.
Sistem pakar adalah program computer yang berusaha untuk mewakili pengetahuan keahlian manusia dalam bentuk heuristic. Istilah heuristic berasal dari kata Yunani eureka yang berarti “menemukan”. Heuristic adalah aturan yang menjadi patokan atau aturan untuk menebak dengan baik.

2.      Ciri-ciri sistem pakar
a.       Terbatas pada bidang yang spesifik
b.      Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti
c.       Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami
d.      Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu
e.       Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap
f.       Outputnya bersifat nasihat atau anjuran
g.      Output tergantung dari dialog dengan user
h.      Knowledge base dan inference engine terpisah.

3.      Orang yang terlibat dalam sistem pakar
a.       Pakar (domain expert): seseorang ahli yang dapat menyelesaikan masalah yang sedang diushakan untuk dipecahkan oleh sistem
b.      Pembangun pengetahuan (knowledge engineer) : seseorang yang menerjemahkan pengetahuan seorang pakar dalam bentuk deklaratif sehingga dapat digunakan oleh sistem pakar
c.       Pengguna (user) : seseoramg yang berkonsultasi dengan sisten untuk mendaparkan saran yayng disediakan oleh pakar
d.      Pembangun sitem (system engineer) : seseorang yang membuat antarmuka pengguna, merancang bentuk basis pengetahuan secara deklaratif dan mengimplementasikan mesin inferensi.

4.      Arsitektur sistem pakar


Daftar pustaka
Kusrini (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi. Yogyakarta : ANDI.
Mcleod. R., & Schell. P.G. (2008). Sistem informasi manajemen, edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Laudin, K.C., & Laudon, J.P. (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10, buku 2. Jakarta : Salemba Empat.

Minggu, 06 November 2016

Arsitektur Komputer dan Jaringan

Nama : Rini Hasanah
NPM  : 17513741
Kelas : 4PA16
Mata Kuliah : Sistem Informasi Psikologi



ARSITEKTUR KOMPUTER


Computer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut aturan yang telah dirumuskan. Kata computer berasal dari bahsa Latin yaitu Computare yang dalam bahasa inggris berarti compute atau to compute yang artinya ‘untuk menghitung’ atau ‘menghitung’. Dimasa sebelum masehi, kata computer pada awalnya dipergunakan orangyang pekerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu. Menurut Barnart Concise Dictionary of Etymology, kata computer mulau digunakan secara umum dalam bahasa inggris pada tahun 1646. Kemudian menjelang tahun 1897, barulah kata computer digunakan sebagai sebutan untuk ‘alat hitung mekanis’ atau mesin yang mampu melakukan perhitungan aritmatika dan logika Perkembangan teknologi telah berubah secara drastis sejakmunculnya computer pertama pada tahun 1940an. 
Seperti komputer mulai muncul dalam model yang berbeda, istilah "arsitektur komputer" berevolusi untuk menggambarkan struktur dasar dari sebuah komputer dan disiplin ilmu komputer yang berkaitan dengan struktur tersebut. Stone (1980) salah satu arsitek komputer terkenal, menggunakan definisi berikut: "arsitektur komputer adalah disiplin yang ditujukan untuk desain komputer yang sangat spesifik dan dari satu koleksi komputer blok bangunan umum.
Arsitektur computer didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemenelemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda.Pada saat ini, banyak computer masih menggunakan arsitektur computer yang diusulkan oleh John Von Neumann pada tahun 1940an, yakni arsitektur Von Naumann. Arsitektur Von Naumann, menggambarkan computer dengan empat bagian utama yakni,
1.      Arithmetic And Logic Unit (ALU), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
2.      Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpan data
3. Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan.
4.      I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
Lalu bagian-bagian tersebut dihubungkan oleh rangkaian kawat (bus).

Tingkatan Dalam Arsitektur Komputer
Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.
      1.      Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
     Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layer” software ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardarwer ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.

     2.      Multilayerd Machine
Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.

ARSITEKTUR JARINGAN

Pada jaringan computer, computer dan peranti lainnya saling berkomunikasi melalui seperangkat aturan bersama yang dikenal sebagai protocol. Protocol merupakan sejumlah aturan yang diformulasikan untuk mengatur pertukaran data antar-entitas yang saling berkomunikasi. Arsitektur jaringan computer membahas aturan umun yang digunakan untuk mendefinisikan bagaimana protocol yang berbeda system saling berinteraksi untuk melayani pengguna.
Arsitektur jaringan terdiri dari protocol dan kumpulan layer yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah aplikasi. Kebanyakan arsitektur jaringan disusun dalam urutan lapisan atau level untuk mengurangi komlpelsitas pendesain sehingga timbul hierarki protocol jaringan. Model arsitektur jaringan yang paling umum adalah Open-Systems Interconnections (OSI) dan Transsmission Control Proticol/Internet Protocol (TCP/IP). Internet yang digunakan sehari-hari menggunakan protocol TCP/IP.
Model OSI merupakan identifikasi hierarki formal dari fungsi-fungsi jaringan data computer. Model ini dibuat oleh International Standards Organization (ISO) sehingga dikenal juga sebagai model ISO untuk open-systems interconnections. Model ini memilki tujuh lapisan yang menetapkan aturan dasar untuk pembuatan arsitektur jaringan komunikasi yang dapat diimplemetasikan dan dibagi bersama oleh tiap pengguna.

Model Arsitektur Jaringan OSI ( Open System Interconnection)
1. Layer kontrol fisik, adalah tingkat koneksitas elektris, transmisi sinyal dan data dalam bentuk biner mentah
2. Layer hubungan data adalah tingkat dimana data ditransmisi dalam unit-unit kecil dengan menggunakan protocol yang sesuai untuk mengontrol dan mengecek transmisi yang benar. Unit-unit data tersebut disebut frame yakni karakter yang ditransmisikan secara tak sinkron atau blok karakter yang ditransmisikan secara sinkron
3. Layer jaringan adalah tingkat yang memberikan kontrol antara point pengirim dan penerimaan yang berebelahan dalam jaringan.
4. Layer transport adalah tingkat yang memberikan layanan end-to end antara komputer host. Ia mengangani pengalamatan, control kesalahan dan transfer data reguler.
5. Layer session adalah tingkat yang menangani penetapan koneksi antara host dan menangani manajemen dialog
6. Layer perentasi adalah tingkat yang mengangani bentuk standar untuk pemrosesan data misalnya layout yang digunakan untuk tampilan VDU
7. Layer aplikasi adalah tingkat yang dikontrol pemakai dalam menentukan data apa yang akan ditransmisikan dan begaimana ia akan dikirimkan dan diterima.
Kombinasi layer-layer arsitektur jaringan adalah mendefinisikan fungsionalitas dari jaringan wireless secara utuh. Berdasarkan ukuran fisik area yang dapat dicakup, jaringan wireless terbagi menjadi beberapa kategori. Beberapa tipe jaringan wireless secara umum mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan jaringan kabel tradisional.
1.      Personal Area Network (PAN)
Jaringan personal mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar 20 m. jaringan ini hanya dapat digunakan sebagai jaringan personal dalam ruangan kecil karena jaraknya yang demikian kecil. Performa jaringan wireless PAN termasuk dalam kategori sedang, dimana dara ratenya mencapai 2 Mbps.
2.      Local Area Network (LAN)
Sebuah jaringan computer yang cakupan areanya lebih besar dari PAN, jaringan ini efektif digunakan didalam sebuah kawasan atau gedung seperti rumah, kantor, atau sekolah.
3.      Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan jaringan computer yang cakupan luasnya mencapai satu atau lebih kota. Sebuag MAN biasanya menghubungkan antara beberapa LAN local menggunakan teknologi beckbone, seperti fiber optic, dan menyediakan layanan ke banyak jaringan seperti untuk internet.
4.      Wide Area Network (WAN)
Merupakan jaringan computer yang cakupannya cukup luas, seperti antara regional atau antar negara.

Berdasarkan Topologi
Selain berdasarkan ruang lingkup, jaringan juga bisa dikelompokkan berdasarkan topologi. Paling tidak ada beberapa jenis jaringan yang dikelompokkan berdasarkan topologi, yaitu :
      1.      Topologi Bus
Topologi Bus merupakan arsitektur jaringan dimana client-client yang ada di jaringan dihungkan melaui line komunikasi yang tershere yang disebut bus. Jaringan ini merupakan metode yang paling sederhana untuk menghubungkan banyak client.

      2.      Topologi Star
Merupakan topologi yang paling lazim dijaringan computer. Topologi star memilik satu pusat berupa switch, hub atau computer yang berfungsi sebagai pusat untuk mentranmisi data. 


     3.      Topologi Ring
Jaringan dengan topologi Ring adalah jaringan dimana tiap simpul terhubung ke 2 node lainnya. Tiap simpul yang bersebelahan saling berhubungan. Bentuk ini merupakan gabungan bentuk loop dan bus network. Jika salah satu node tidak berfungsi atau rusak,maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang lainnya karena terpisah dari jalur data.


     4.      Topologi Tree
           Topologi ini memiliki hierarki sesuai dengan namanya. Salah satu simpul bertindak sebagai simpul pengontrol. Biasanya berupa mainframe sebagai host yang merupakan jenjang tertinggi yang bertugas mengkoordinasi dan menendalikan node jenjang dibawahnya yang dapat berupa mino computer atau microcomputer.


     5.      Topologi Loop
Merupakan hubungan antar node secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Dalam bentuk ini tak ada central node atau host node, semua punya status yang sama.Topologi ini memungkinkan simpul simpul dalam jumlah besar untuk tersambug simpul ke simpul semuanya. Pada topologi yang benar berbentuk loop, tiap simpul terhubung secara langsung ke simpul kainnya. Apabila terjadi kegagalan pengiriman data, maka bisa menggunakan rute yang lain.

Daftar Pustaka

Zuhal & Zhanggischan. (2004). Prinsip dasar elektroteknik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Sudarma, S. (2010). Cara mudah membangun jaringan computer & internet. Jakarta : Mediakita.
Mulyanta, E.S. (2005). Pengenalan protocol jaringan wireless computer. Yogyakarta : Andi.
Kowi. E.M. (____). Dasar-dasar pemprograman pascal. ______ : Guepedia.
Arkin. R.C. (1998). Behavior-based robotic. London : MIT Press.



Sabtu, 08 Oktober 2016

Tugas 1. Sistem Informasi

Nama : Rini Hasanah
NPM  : 17513741
Kelas : 4PA16
Mata Kuliah : Sistem Informasi Psikologi


A.    Pengertian Sistem Informasi

System informasi terdiri dari kata kata “system” dan “informasi”. Sebelum membahas tentang apa itu system informasi, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dari system, dan apa yang dimaksud dari informasi.
1.      Pengertian system
Sistem secara umum mempunyai makna sebagai suatu rangkaian yang terdiri dari berbagai elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Mahatmyo, 2014).
Setiap sistem terutama system buatan dan system terbuka mempunyai beberapa karakteristik, diantaraya :
a.       Mempunyai Masukkan, proses dan keluaran
b.      Terdiri dari unsure-unsur
c.       Mempunyai pemakai
d.      Ada tujuan tertentu
e.       Eksis di lingkungan tertentu.
2.      Pengertian Informasi
Dalam arti luas penyampaian informasi dapat diartikan sebagai pemberitahuan, penyampaian pengumuman, pemberian penyuluhan, pemberian pengarahan, penyajian laporan, atau sekedar penyampaian berita (Sutarni & Sukardi, 2008).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya (Hutahaean, 2014). Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Fungsi Informasi yaitu untuk memambah pengetahuan atau mengurani ketidakpastian pemakai informasi, karena informasi berguna memebrikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat, informasi juga memberikan standart, aturan maupun indicator bagi pengambil keputusan (Hutahaean, 2014). Informasi yang berkualitas memiliki tiga criteria, yaitu akurat, tepat pada waktunya, dan relevan (Kusrini & Koniyo, 2007).
3.      Pengertian Sistem Informasi
Menurut Robert A. Laitch dan K. Roscoe Bavis, system informasi adalah suatu system di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi yang meyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi umum sitem informasi adalah sebuah system yang terdiri atas rangkaian subsistem infomasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Kusrini & Koniyo, 2007).
Menurut O’Brian dikutip oleh Yakub (2012:17) pada buku Pengantar Sistem Informasi, sistem informasi (information system) merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

B.     Sistem Informasi Psikologi

Kita sudah tau apa yang dimaksud dengan system informasi seperti yang sudah dijelaskan diatas. Selanjutnya untuk mengetahui system informasi psikologi, kita pun harus tau apa yang dimaksud dengan psikologi.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan proses mentalnya. Dari penjelasan diatas,maka dapat kita simpulkan bahwa Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian (Purnomo, 2012).

C.    Sistem Informasi Berbasis Komputer

1.      Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)
Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS) adalah system informasi untuk pemprosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan lunak computer (Laudon & Laudon, 2008).
Stair (dalam Al-Fatta, 2007) menjelaskan bahwa system infomasi berbasis computer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut :
a.       Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untk melengkapi kegiatan mmemasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
b.      Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke computer.
c.       Database, yiatu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna system informasi.
d.      Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sestem dengan system computer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan yang efektif.
e.       Manusia, yaitu personel dari system informasi, meliputi manajer, analis, programen, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan computer.
2.      Tipe-tipe CBIS
CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi, yaitu:
a.       Transsction Processing Systems (TPS) atau system pemprosesan transaksi adalah system informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin.
b.      Management Information Systems (MIS), adalah sebuah system informaasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalianm dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya.
c.       Decision Support Systems (DSS), adalah system informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengombinasikan data dan model analisis canggih atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstruktur dan tidak terstruktur.
d.      Expert System and Artificial Intellegence (ES & AI). ES adalah represetasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi.

Daftar Pustaka :
Mahatmyo, A. (2014). Sistem informasi akuntasi suatu pengantar. Yogyakarta : Deepublish.
Sutarni, S. & Sukardi. (2008). Bahasa Indonesia 3. Quadra.
Hutahaean, J. (2014). Konsep system informasi. Jogyakarta : Publisher.
Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun system informasi akuntansi dengan visual basic dan Microsoft sql server. Yogyakarta : C.V Andi Offset.
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/709/jbptunikompp-gdl-evieyulian-35443-6 unikom_e-i.pdf (diaskes pada tanggal  5 Oktober 2016)
Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : Salemba Empat.
Al Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan system informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta : C.V Andi Offset.